TRIBUANANEWS.COM | Ketapang - Proyek peningkatan jalan Tumbang Titi - Tanjung diduga dikerjakan dengan mutu rendah. Pasalnya, dari sejumlah ruas badan jalan sudah tampak mengalami keretakan. Mirisnya lagi, pekerjaan tersebut tidak diketahui sumber pembiayaannya dan masa/waktu pengerjaan, sebab dipapan informasi tidak tertera.
Proyek dengan nilai 2,3 Miliar lebih itu dikerjakan oleh PT. Nando Garda Putra dan PT. Sinergi Karya Utama sebagai konsultan supervisi.
Seperti yang diungkapkan oleh Teguh (31) saat melintasi jalan tersebut, dirinya menduga pekerjaan tersebut gagal mutu, dirinya juga tidak melihat batas waktu pelaksanaannya.
"Kualitas pekerjaannya kurang bagus, masak baru dikerjakan di bahu badan jalan sudah mengalami retak retak," jelas Teguh, Selasa (02/02/2021).
Dirinya menilai, jalan tersebut tidak akan bertahan lama, dikarenakan pekerjaannya asal asalan.
"Saya yakin jalan ini tidak bertahan lama, kerena asal-asalan ditambah pengawas lapangannya tidak berada dilokasi," kata teguh
Sementara itu, Canci (42) warga Tumbang Titi, meminta kepada DPRD Provinsi untuk melakukan peninjauan kelokasi. Agar pekerjaan tersebut tidak seperti proyek - proyek yang gagal khususnya di kabupaten Ketapang.
"DPRD Provinsi harus melihat kondisi jalan yang baru saja dibangun, supaya jalan ini tidak seperti proyek Pelang Batu Tajam," pintanya.
Kendati demikian, dirinya tetap berterimakasih, sebab jalan daerah tepat tinggalnya sudah diperbaiki walaupun belum sempurna.
"Saya pribadi tetap berterimakasih karena jalan di tempat kami sudah diperbaiki," tukasnya.*
Laporan : Erwin

