• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Masyarakat Desa Tawa Sepakat Menolak Kades Kembali ke Desa, Begini Alasannya

    03/08/20, 22:43 WIB Last Updated 2020-08-03T15:43:16Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Halmahera Selatan - Masyarakat Desa Tawa Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara sepakat menolak Kepala Desa (Kades) Bahtiar Hi. Hakim datang di Desa Tawa. Kesepakatan tersebut melalui rapat bersama masyarakat Desa Tawa, pada Sabtu malam (1/8/2020).

    Sebagaimana diketahui, bahwa Kades Tawa telah di demo oleh masyarakat dan Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tawa Kasiruta ( IPPMTK ) di depan kantor Bupati beberapa hari yang lalu atas sejumlah pelanggaran sebagaimana diberitakan sebelumnya.

    Hal tersebut dikatakan oleh salah satu Mahasiswa Desa Tawa Badrun Bahri yang juga anggota Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tawa Kasiruta ( IPPMTK ) kepada Tribuananews melalui rilisnya, pada Senin (3/8/2020).

    Badrun Bahri menjelaskan, sikap masyarakat tersebut berawal dari masyarakat sempat mengetahui bahwa Kades membawa minyak tanah dagangan miliknya sebanyak tiga drum dari ibu kota Labuha (30/7/2020) dengan menggunakan perahu motor milik desa.

    "Satu drum minyak tanah diturunkan di Desa Kusubibi dan dua drum diturunkan di Desa Tawa. Hal tersebut sesuai keterangan yang disampaikan oleh motorisnya sendiri saudara Ariyanto Hamid," cerita Badrun.

    Lanjut Badrun, karena kenderaan motor laut tersebut adalah milik desa dan digunakan oleh Kades utuk bisnis pribadi. "maka saya dan teman empat orang diutus oleh masyarakat untuk mengambil kendaraan milik desa tersebut yang berada di dusuan Tuamoda tempat tinggal motoris," kata Badrun.

    Setelah kami tiba di dusun Tuamoda, lanjut dia, dan kami sampaikan kepada motoris sesuai tujuan kedatangan kami, namun kami dicegah dan dimarahi oleh Kades setelah diberitahukan oleh motorisnya. Namun kami tekad untuk tetap mengambil perahu motor tersebut. Karena mesinnya sudah diturunkan, sehingga kami dijemput oleh teman dari Desa Tawa.

    "Pada saat kami menaiki perahu motor untuk kembali ke Tawa dengan gandeng perahu milik desa tanpa mesin tersebut, tiba - tiba kami diserang dengan dilempari batu oleh masyarakat dusun Tuamoda, akhirnya kami lepas kembali perahu tersebut pada Jum'at 31/7/2020," cerita Badrun.

    Setelah kami tiba di Desa Tawa sekitar jam 8 malam, lanjut cerita Badrun, pada malam itu juga masyarakat Desa Tawa melakukan rapat setelah kami menceritakan perlakuan masyarakat dusun Tuamoda terhadap kami.

    "Dalam rapat tersebut sepakat untuk menolak Kades datang lagi di Desa Tawa yang saat itu masih berada di dusun Tuamoda, karena diduga kuat pelemparan batu terhadap kami tersebut dipicu oleh kades," terangnya.

    Keesokan harinya, Sabtu 1 Agustus 2020, kata Badrun, Kades kembali ke Desa Tawa bersama Camat dan satu orang Polisi.

    "Sesampainya di pelabuhan Tawa, masyarakat beramai - ramai jemput di pelabuhan dan berteriak, Kades tidak bisa turun lagi disini dan segera kembali ke dusun Tuamoda. Masyarakat hanya meminta Camat dan Polisi yang turun untuk melaporkan persoalan yang sebenarnya," tutup Badrun.

    Laporan : Ade Manaf
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan