• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Masyarakat Mengeluh, Diduga BBM Bersubsidi Jenis Premium Langka Disejumlah SPBU

    admin
    22/01/20, 22:55 WIB Last Updated 2020-01-22T15:55:13Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Maluku Utara - Diperkirakan kurang lebih satu bulan terakhir ini kurangnya penjualan BBM jenis Premium bersubsidi pada SPBU Labuha Kecamatan Bacan dan SPBU Babang Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara.

    Minimnya ( langka ) penjualan BBM jenis Premium bersubsidi tersebut dikeluhkan masyarakat pemakai kendaraan khususnya pengguna premium bersubsidi.

    Diketahui, bahwa kedua SPBU tersebut adalah milik PT. Babang Raya, yang merupakam satu - satunya agen penjualan BBM di Kabupaten Halmaher Selatan.

    Salah satu tokoh masyarakat pengguna BBM premium yang tidak mau sebut namanya, mengatakan "kemarin - kemarin tu saya mengisi minyak bensin ( premium ) pada kenderaan saya harganya hanya Rp. 6.350 ( bensin ), tapi beberpa bulan terakhir ini jarang sekali dapat lagi harga tersebut, kebanyakan saya dapat dengan harga Rp. 8.500 / liter ( peterlite ) dan Rp. 10.050. / liter ( pertamax ).
    Kami masyarakat sangat kecewa dengan membeli BBM dengan harga yang begitu tinggi," ungkapnya dengan nada mengeluh.

    Begitupun dengan Sunardi Soma salah satu tukang ojek mengatakan, "saya membeli minyak bensin di SBPU dengan harga Rp. 20.000 saja tengki motor saya sudah penuh dan bisa ngojek satu hari penuh. Tapi sekarang suda jarang dapat bensin di SPBU, yang kebanyakan tu pertalite yang harga Rp. 8.500./ liter dan Pertamax dengan harga Rp.10.050./ liter.

    Jadi, lanjut dia, kalau beli dengan harga Rp. 20.000 tengki motor tidak penuh dan ngojek tidak cukup satu hari minyak saya suda habis. 

    "Hal ini membuat pendapatan saya menurun ( minim ) bila dibanding dengan pake bensin," kata Sunardi dengan nada kecewa.

    Salah satu sopir angkut yang juga tidak mau disebut namanya mengatakan, akhir - akhir ini dia jarang dapat premium bersubsidi di SPBU, hanya selalu dapatkan BBM jenis pertalite harga Rp. 8.500./ liter dan pertamax dengan harga Rp. 10.050.

    "Kami sopir angkut rata - rata merasa kecewa dengan adanya keterbatasan penjualan BBB bersubsidi di SPBU Labuha dan SPBU Babang. Selalau saja di katakan bensin habis," kata sopir angkut meniru perkataan para petugas SPBU. Yang selalu ada hanyalah BBM jenis pertalite dan pertamax," pungkasnya dengan nada kecewa.

    Sementara itu, Direktur PT. Babang Raya Ade Suleman saat dikonfirmasi ia membantah, "bahwa penjualan BBM jenis premium bersubsidi lancar setiap hari di SPBU.

    Hanya saja penjualannya sering habis dimalam hari, sehingga pagi harinya tidak ada penjualan BBM jenis premium bersubsidi hingga pukul 09.00. Wit.

    Saat ditanya apakah penyaluran jumlah stok BBM jenis premium, pertalite dan pertamax sama?, Ade menjawab "Iya".

    Namun ia tidak menjawab ketika ditanyakan berapa jumlah stok masing - masing setiap jenis BBM yang disalurkan ke seiap SPBU pada setiap hari?.

    Ade mengarahkan awak media untuk ke Pertamina Cabang Labuha Kabupaten Halmahera Selatan.

    "Masalah itu tanyakan saja kepada pihak Pertamina," kata Ade.

    Sementara Kepala Pertamina cabang Labuha saat diminta konfirmasi oleh awak media Tribuananews.com terkait jumlah jatah penyaluram BBM setiap hari pada SPBU, Ia menolak komentar dengan alasan badan tidak enak.

    "Bos kami bilang, badannya kuramg enak," kata salah satu penjaga pos depan kepada awak media.* (Ade Manaf)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan