• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    PT. BSP Sudah Beberapa Kali Cemari Krueng Trang Dengan Limbah Kelapa Sawit

    12/06/21, 12:15 WIB Last Updated 2021-06-12T05:15:41Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Zulkarnain (photo) Ketua Komisi III DPRK Nagan Raya F-Demokrat



    TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Perusahaan Pengolah Minyak Kelapa Sawit (PMKS) dengan nama PT Beurata Subur Persada (BSP) dikawasan Desa Simpang Dua Kecamatan Tadu Raya Nagan Raya diduga sudah beberapa kali cemari Krueng Trang dengan limbah kelapa sawit.


    Hal tersebut disampaikan oleh Zulkarnain selaku Ketua Komisi III DPRK Nagan Raya membidangi salah satunya Lingkungan Hidup melakui pers rilisnya kepada media Tribuananews.com, Sabtu (12/6).


    "Kami Komisi III DPRK Nagan Raya sudah pernah turun langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan masyarakat pada tahun 2020.  Hasilnya kami menemukan sistem pengelolaan limbah kelapa sawit yang tidak sesuai dengan standar.  Kolam limbah yang terakhir kami temukan tidak steril yang kemudian dibuang ke sungai. 
    Saat itu kita sudah tekankan agar sistem pengelolaan limbah diperbaiki, dan perusahaan sudah memperbaiki," ujar Zulkarnain.


    Namun saat ini hal yang sama terjadi lagi. Itu sebagai bukti perusahaan kurang serius dan cenderung mengabaikan tanggung jawab tersebut  akan berpotensi merusak habitat yang ada di Krueng Trang.


    "Kami sudah menyampaikan  kepada Dinas Jebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Nagan Raya agar kasus tersebut ditangani dengan serius,  cek sample ke Baristan Banda Aceh,  dan jika airnya melebihi baku mutu maka perusahaan tersebut harus diberi sanksi hukum," tegasnya.


    Kepada awak media Tribuananews.com, Humas PT BSP via Telepon Seluler Syamsul Arifin menyampaikan, sebelumnya mohon maaf atas kelalaian pihak petugas tehnis mengakibatkan terjadinya penumpahan limbah dari kolam hingga ke Krueng Trang.


    "Tumpahan limbah yang mengaliri Krueng Trang dua hari terakhir jauh dari unsur kesengajaan," ujar Syamsul Arifin.


    Lanjutnya, tumpahan ini terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi yang mengakibatkan bak penampung meluber, sehingga keluar kolam hingga ke aliran Sungai.


    Syamsul mengatakan, air luapan yang tumpah tersebut bukanlah limbah buangan pabrik, melainkan air tumpahan dari janjangan sisa pengolahan sawit. 


    "Kedepannya kami akan senantiasa siaga atas hal-hal harus kami waspadai serta akan kami intruksikan kepada petugas agar tidak lalai, hingga hal tersebut tidak terulang lagi," harapnya.*


    Editor    : Syahrudin AP
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan