TRIBUANANEWS.COM | Bogor - Orang yang makan nangkanya aku yang dapat getahnya, kata Mansyur S dalam lirik lagu "Air Mata Perkawinan".
Penggalan lirik lagu ini sepertinya tepat diungkapkan warga disekitar Perum Pesona Palad dan Puri Harmoni 7, Desa Cikahuripan Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor.
Pasalnya, truck pengangkut batu kapur yang wara Wiri di depan kedua perumahan ini mengakibatkan debu berterbangan dan mengganggu kenyamanan warga dan para pengendara lainnya terutama mereka yang berkendara sepeda motor karena harus menghirup udara yang bercampur debu dan mata pun terasa perih.
Berdasarkan pantauan Tribuananews, mobil truck pengangkut batu kapur itu mengambil batu dari lokasi galian tanah di Desa Klapanunggal tapi melintasnya di Desa Cikahuripan. Maka pantas jika dikatakan, "orang yang makan nangkanya aku yang dapat getahnya, orang yang mendapat hasil keuntungan batu kapur warga yang menghirup debunya".
Kepala Desa Cikahuripan, H. Andi Upi saat dikonfirmasi Tribuananews terkait masalah ini, saat acara Musyawarah Dusun beberapa waktu lalu di GOR Perum Palad mengaku tidak ada koordinasi dari pemilik usaha galian batu kapur tersebut kepada pihak Pemerintah Desa Cikahuripan kendati kendaraan pengangkut batu kapur tersebut melintas di wilayahnya.
"Sampai saat ini tidak ada kordinasi dari pemilik usaha galian batu kapur dengan pemerintah desa Cikahuripan," ungkapnya.
Warga berharap kepada Pemerintah Desa Cikahuripan maupun Pemerintah Kabupaten Bogor agar segera menertibkan operasional kendaraan tersebut karena aktifitasnya mengganggu kenyamanan warga.*
Laporan : Bachtiar

