• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Direktur FPRM : PT. Medco Diminta Patuhi Janji Kepada Masyarakat

    23/04/21, 21:13 WIB Last Updated 2021-04-24T20:46:52Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Nasruddin alias Tgk Nas (photo) Direktur FPRM


    TRIBUANANEWS.COM | Aceh Timur - Terkait beredar  kabar di Media  Keuchik dan Camat menandatangani izin beroperasinya kembali AS-11 PT. Medco E&P Malaka setelah terjadinya Keracunan Massal warga Panton Rayeuk T Kecamatan Banda Alam Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh beberapa waktu lalu.


    Dampak dari hal tersebut disinyalir terjadinya indikasi ketidak sesuai janji dengan warga masyarakat menuai kecaman dari Direktur Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin.


    Tgk. Nas FPRM sapaan  Nasruddin menjelaskan melalui  media ini, pasalnya perjanjian antara PT. Medco dengan masyarakat korban keracunan gas belum semua ditepati oleh  pihak perusahaan, maka patut di duga ada sesuatu hal yang terjadi  dalam proses pekerjaan tersebut, sehingga sampai menelan korban dari masyarakat.


    "Seharusnya pihak perusahaan melakukan sosialisasi kepada masyarakat lingkar tambang tentang pekerjaan tersebut, bila ada warga yang mencium bau gas mereka harus melakukan apa, sehinga perusahaan tidak  terkesan memaksa kehendak untuk buru buru bekerja kembali," ujarnya.


    Selanjutnya, Tgk.Nas juga mengatakan bahwa seharusnya tidak beroperasi dulu, karena sedang diteliti, apalagi sampai ada kabar bahwa Keuchik dan Camat sudah menanda tangani surat pernyataan bahwa AS-11 sudah bisa beroperasi lagi.


    "Apa lagi saat ini masih ada tim peneliti dari Unsyiah  yang masih bekerja di sana, jadi seharusnya di umumkan dulu apa hasil penelitiannya kepada publik, Jangan seenaknya aja, apalagi Kalau emang benar khabar bahwa Camat Banda Alam dan Keuchik Panton Rayeuk T sudah menanda tangani surat boleh beroperasi kembali, padahal belum semua perjanjian diselesaikan, ini sungguh Aneh Bin Ajaib," cetus Tgk. Nas.


    Lebih lanjut, Nasruddin  meminta pihak PT. Medco agar  membentuk Tim Independent secara  internal, apakah dalam proses pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan SOP maupun alat kerja yang digunakan oleh perusahaan pemenang tender apa sudah sesuai dengaan spesifukasi.


    "Jangan jangan  akibat  kebocoran gas tersebut  ada alat yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah di tentukan," pungkasnya.*


    Editor    : Syahrudin AP

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan