TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham, SE, bersama jajaran Forkopimda, Sekda dan sejumlah Kepala SKPK, dampingi Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, M. Phil, meninjau lokasi kebakaran lahan di Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (2/3/).
Kapolda Aceh beserta rombongan mendarat di Mayonif 116/GS menggunakan helikopter dari Banda Aceh, disambut Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham, SE, Bupati Aceh Barat, H. Ramli, MS.
Selanjutnya, Kasrem 012/TU, Letkol Kav Nurul Dianto, S. Pd, Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno, SIK, Dandim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Guruh Tjahyono, S.I.P, M.I.Pol, Kapolres Aceh Barat, AKBP Adrianto Agramudha, SIK, Dandim 0105/Aceh Barat, Letkol Inf Dimar Bahtera, S.I.P., M.Si, serta Danyonif 116/GS, Letkol Inf Kadirman Gultom, S.I.P.
Pada kesempatan itu, Kapolda Aceh meninjau langsung lokasi kebakaran lahan gambut milik masyarakat dikawasan proyek pembangunan PLTU 3-4 Suak Puntong.
Disela-sela kunjungan, kepada wartawan, Kapolda Aceh menyampaikan ajakan semua pihak untuk ikut mencegah terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Mari sama-sama menjaga alam. Saya minta teman-teman juga, ajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan", ujar Kapolda Aceh.
Ditanya daerah mana saja karhutla terjadi di Aceh, Kapolda mengatakan, kebakaran yang besar cuma disini (Nagan Raya --red), yang lainnya ada, tapi spot-nya kecil-kecil dan itu sudah bisa ditangani, karena ada beberapa daerah yang lahannya lahan mineral.
Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, M. Phil, menegaskan, jangan ragu menindak siapapun yang melanggar hukum.
"Saya yakinkan, saya akan tindak tegas. Ingat, sepanjang untuk kepentingan masyarakat, anak cucu kita, dalam rangka melestarikan hutan, jangan ragu, jangan takut, jangan mundur", tegasnya.
Dikatakannya, kita melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku yang melanggar hukum, membakar lahan dan hutan.
Pantauan media dilokasi kebakaran terlihat petugas dari BPBD Nagan Raya, TNI/Polri bersama masyarakat setempat bahu-membahu memadamkan api.
Meski api sudah padam, sejumlah mobil pemadam kebakaran dari BPBD Nagan Raya, mobil tanki milik PLTU dan sejumlah mesin pompa air masih melakukan penyiraman untuk proses pendinginan.*
Laporan : Sofyan
Editor : Syahrudin AP
Sumber : Diskominfotik Nara


