• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Warga Babah Lueng Sepakat Tolak Rencana Investor Ambil Matrial di DAS Krueng Tripa

    12/02/21, 09:11 WIB Last Updated 2021-02-12T02:11:57Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Warga masyarakat Desa Babah Lueng Kecamatan Tripa Makmur mengaku tiga hari lalu didatangi oleh tim tehnix PT Indknesia Hiahi International (IHI) Group dalam rangka remcana penggalian kawasan Daerah Aliran Sungai Krueng Tripa guna penanganan bencana banjir pemgambilan matrial.


    Warga masyarakat Desa Babah Lueng menyikapi dengan menolak rencana tersebut secara tertulis dalam bentuk Berita Acara pada Senin tertanggal 8 Februari 2021 bertempat di Balai TPA Desa setempat.


    Menurut Indra Amryani selaku Ketua Pemuda Desa Babah Lueng kepada media Tribunanews.com memgatakan terima kasih aras nama nasyarakat, sudah didatangi oleh pihak PT IHI group yang berbincang panjang lebar tentang rencana izin galiam C itu sah - sah saja bila investor datang serta ingin menyelamatkan dari bencana banjir.


    "Menurut pemikiran kami masyarakat  hal tersebut sangat bagus, namun kami menilai bila ini kami izinkan akan terjadi abrasi Sungai semakin mengganas", kata Indra Amryani, Jum'at (12/2).


    Sebab, sambung Indra semakin diambilnya pasir didalam Sungai semakin tajam pula aliran airnya, logikanya semakin besar pula ruas Sungai Tripa.sehingga Desa Babah Lueng khusus dan Desa - desa lainnya yang berdekatan dengan Sungai di Tripa Makmur tidak tertutup kemungkinan akan mdngalami hal yang sama.


    "Semua itu karena tanah yang kami miliki bukan batu karang tapi lapisan gambut yang sangat lapuk dan lembek maka khusus Desa Babah Lueng kami putuskan secara bersama - sama untuk tidak memgizinkan ada pemgerokan atau galian C di Aliran Sungai Tripa apalagi Desa kami hanya ratusan meter dengan laut luas, kami sangat - sangat ketakutan hal ini terjadi didesa yang sangat kami cintai ini", paparnya.


    Ditempat terpisah, Saifullah Tokoh Muda Pemerhati Lingkungan Tripa Makmur mengatakan kepada media ini rencana apapun asalkan bertujuan baik boleh - boleh saja, apalagi ada niat baik untuk mengantisipasi ketajaman aliran Sungai Tripa.  

    "Namun perlu dipertimbangkan efek negatifmya, kucuali dibangun tanggul kiri dan kanan sepuluh kilo meter lepas pantai laut itu apapun yang dilakukan didalam aliran sungai tersebut dapat dinyatakan aman lapak lahan pertanian dan kebun masyarakat disepanjang aliran Sungai akan aman dari abrasi", jelas Saifullah yang akrab disapa Dek Pon Tripa.


    Pertanyaannya, apakah investor yang berencana mengambil material mampu membangun tanggul pengaman dulu? 


    Sementara Zul Irdam Tim Supervisor Tehnik pelaksanaan PT IHI group yang dihubungi media Tribuananews.com via Telepon selulernya mengatakan, benar dan mengakui mendatangi pihak masyarakat Desa Babah Lueng dalam rangka silahturahmi dan pemaparan pencegahan keganasan aliran Sungai Tripa.


    "Saya datang bukan untuk mengurus izin, tapi baru tahapan penjajakan dan penawaran penaganan secara teori yang kami miliki karena aliran Sungai Krueng Tripa sangat panjang melintasi 3 (tiga) Kabupaten sampai ke Geyo Luwes sana. maka tidak semudah membalik telapak tangan dalam penanganan antipasi abrasi aliran sungai tersebut", ujar Zul Irdam.


    Proses perizinan tentu ada tahapan, sambungnya, dirinya hanya menawarkan sebagai investor tentu harus saling menguntungkan, artiannya warga diuntungkan oleh penanganan bencana banjir, dapat mengurangi abrasi.


    "Dan bilapun ini terwujud kami pasti proses peizinan lewat Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup (DKLH) di Kabupaten Nagan Raya",  sambungnya.


    Lebih lanjut, Zul Irdam terkait perizinan pihaknya ke Dinas atau instansi terkait Provinsi Aceh setelah semua kelengkapan persyaratan telah kami miliki, baru bisa kami uji laboratorium apakah material yang ada di aliran Sungai Tripa bisa bermamfaat.


    "Penting untuk digaris bawahi, ini semua baru sebatas penawaran kerja sama antara pihak perusahaan dengan masyarakat setempat, bukan sudah final mudah - mudahan warga masyarakat bisa memahami karena kami sebatas investor, bukan program pemerintah  jadi tidak perlu dibesar - besarkan serta mepelintirkan isu - isu diluar  kapasitas yang kami miliki", tutup Supervisor Tehnik PT IHI group Zul Irdam.*



    Laporan     : Sofyan

    Editor         : Syahrudin AP

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan