TRIBUANANEWS.COM I Ketapang - PT. Mulia Bhakti Kahuripan (MBK) dipandang warga sekitar tak mampu berkomitmen tentang sosial lingkungan terhadap warga yang terdampak langsung oleh Limbah maupun polusi yang dihasilkan.
Sudah menjadi tanggung jawab bagi setiap perusahaan kepada warga sekitar yang terdampak langsung oleh perusahaan menjadikan sekala prioritas tentang menjaga kebudayaan, sosial, pendidikan dan ekonomi.
Namun hal demikian tidak dirasakan oleh warga Kampung Kenaya Desa Riam Bunut Kecamatan Sungai Laur yang berlokasi kurang lebih 700 meter dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT. MBK.
Sudah beberapa kali mencoba untuk meminta bantuan kepada perusahaan namun sampai saat ini tidak pernah direspon oleh pihak managemen.
Seperti yang Sampaikan Ahmad Sugianto satu diantara warga Kampung Kenaya, dirinya menceritakan bahwa dirinya bersama warga sangat mengharapkan Perlakuan perusahaan kepada warga sekitar.
Menurut dirinya, sebelum dibangunnya PKS pihak perusahaan banyak menjanjikan kesejahteraan warga sekitar dan akan diperhatikan oleh perusahaan, dan pada akhirnya warga banyak menyerahkan lahan milik mereka kepada perusahaan.
" Dulu kami banyak dijanjikan oleh perusahaan, kami hanya meminta kepada perusahaan untuk tidak menutup mata terhadap kami," cetusnya.
" Kami tidak minta banyak, dulu kami sudah pernah juga mengirimkan proposal bantuan, seperti ketersediaan air bersih, Penerangan dan lapangan kerja, kemaren dari anak kami yang baru lulus SMA pernah melamar kerja, namun ditolak," ucap Ahmad kepada Tribuananews, Jum'at (5/2/2021).
Lanjut Ahmad, semenjak didirikannya PKS warga disini sudah tidak bisa lagi mengkonsumsi air dari aliran sungai Kenaya Belimbing, padahal dulu kami selalu konsumsi air tersebut.
" Akibat dari PKS kami juga tidak bisa lagi menggunakan air sungai Belimbing sebagai air minum, cuman untuk mandi, itupun kalau tidak hujan, kalau hujan airnya sangat keruh dan menimbulkan aroma tidak sedap," ungkapnya.
Saat hendak mengkonfirmasi kepada managemen PKS PT. MBK, dikabarkan oleh Security bahwa pimpinannya sedang tidak berada ditempat.
Sampai berita ini dirilis, Media ini masih melakukan investigasi dan menunggu pihak managemen untuk upaya konfirmasi terkait keluhan warga sekitar PKS.*
Laporan : Erwin


