TRIBUANANEWS.COM | Binjai - Tidak kunjung selesainya pengerjaan Proyek Gedung DPRD Kota Binjai yang telah menghabiskan anggaran Puluhan Milyar, kini menjadi sorotan dikalangan masyarakat.
Masyarakat Binjai pun bertanya-tanya ada apa dengan pengerjaan pembangun Gedung DPRD ini yang dananya bersumber dari uang rakyat tersebut.
"Kenapa kok lama kali gak siap-siap Kantor DPRD itu, cemananya Pemerintah Binjai ini, masih gitu-gitu aja kalau kulihat, padahal udah berapa lama ini dikerjakan," kata warga yang didengar langsung oleh awak media ini yang kebetulan sama-sama berada disekitar lokasi pembangunan pada Jumat (5/2/2021).
Sebelumnya awak media ini sudah melakukan konfirmasi dengan Dinas PU Binjai, sayangnya Kadis PU Elpi Kristina Sari Ulina Ginting Binjai terkesan enggan memberikan keterangan terkait tak kunjung selesainya proyek besar ini.
Sementara, Kadis PU Elpi Binjai malah mengalihkan kepada bawahannya, "Langsung aja tanya ke Kabid Cipta Karya Ridho" kata Kadis.
Ridho Kabid Cipta Karya sendiri saat dikonfirmasi awak media ini optimis proyek ini selesai pada akhir waktu yang sudah ditentukan dan apa bila tidak selesai juga dengan dana sebesar hampir 20 M, menurutnya pihak PU akan memberikan finalti kepada pihak pemenang proyek.
Ditanya awak media berapa finaltinya, Ridho menjawab nanti di hitung dulu, yang pasti berapa sekian persen perhari.
Sementara itu, Fadli sendiri selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek tersebut saat ditanya awak media ini menjelaskan, proyek ini akan selesai pada Oktober tahun 2019 dan bila tidak selesai juga maka akan di beri adendum selama 60 hari kerja.
"Penambahan waktu kerja diberikan karena adanya review desain dan Plank Proyek yang dimulai pada tanggal 27 April 2018 dengan masa waktu kerja 540 hari ditambah adanya penambahan waktu 60 hari sampai akhir Desember dan tidak ada penambahan dana," jelas Padli, Senin ( 15/7 /2019 ).
Lain halnya dengan keterangan yang di sampaikan oleh pihak DPRD Kota Binjai, seperti keterangan dari Sekretaris Dewan Putri Syawal Sembiring SE, (Sekwan) saat dikonfirmasi awak media diruangan kerjanya mengatakan, sangat kecewa dengan lambanya pembangunan kantor DPRD mengingat di bulan Oktober kita ada melantik anggota Dewan yang baru dan perkirakan di bulan Desember kita sudah menempati Gedung DPRD yang baru.
Kemudian saat disoal anggaran apakah sudah diserahkan kepada pemborong proyek tersebut, Sekwan menjelaskan ada 2 tahapan, tahun ini kita hanya mengeluarkan dana yang tahap satu, karena kan ada tahap dua dan besaran dananya 10 M, dan sisanya pada tahap kedua.
Keterangan Sekwan berbeda dengan keterangan Ketua DPRD Binjai H.Noor Sri Alamsyah atau H.Kires, saat para Mahasiswa Berdemo di depan Kantor DPRD Jumat (27 / 12 /2019) Kepada awak media ini H.Kires menjelaskan proyek ini adalah proyek mutiyes yang pengerjaannya dilakukan 2 tahap 2 tahun, dengan nilai tahap pertama 20 M dan tahun kedua kita anggarkan 15 M jelas Ketua DPRD Binjai.
Dari keterangan yang diberikan baik dari pihak PU Binjai, pihak Dewan, Sekwan maupun Ketua DPRD sangat berbeda beda.
Proyek puluhan nilyar ini menjadi misteri, ada apa sebenarnya dibalik pengerjaan proyek yang hingga sekarang tak kunjung terselesaikan.
Pantaun awak media baru - baru ini di lokasi pembangunan Kantor DPRD Binjai yang sudah hampir 1 tahun lebih terlihat tidak ada pengerjaan kini kembali sudah ada kegiatan pengerjaan dan terlihat di Plank Proyek tercatat dana pengerjaan tahap 2 terlihat hampir mencapai 25 M.
Hal ini juga mengundang tanda tanya masyarakat terkait dana pengerjaannya yang terus berbeda, saat Ketua DPRD Binjai dikonfirmasi akan menganggarkan 15 M lagi di tahap 2 pada (27/12/2019).
Sampai berita ini dinaikan Ketua DPRD Binjai H. Kires sapaan sehari -hari saat di konfirmasi Via whatshap terkait pernyataannya yang berbeda dengan anggaran yang tereliasisasi belum memberikan jawaban.*
Laporan : Raiyan


