• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Direktur FPRM : Ada 3 Faktor Analisa Rakyat Aceh Dimiskinkan Para Oknum Penyalahgunaan Wewenang Jabatan

    18/02/21, 23:15 WIB Last Updated 2021-02-18T16:15:43Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Nasruddin (photo) Direktuŕ FPRM


    TRIBUANANEWS.COM | Banda Aceh - Direktur Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin menilai selama ini rakyat Aceh ďiduga dimiskinkan oleh para oknum penyalah gunaan wewenang jabatan dengan menyalah gunakan wewenang jabatannya hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.


    "Pemerintah Pusat telah berikan anggaran sangat besar kepada rakyat untuk menuju kemandirian sesuai Nawa Cita Presiden Jokowi, sudah 6 tahun anggaran tersebut dikucurkan tetapi rakyat masih miskin", kata Nasruddin sambil santai, Kamis (18/2).


    Ini semua terjadi, sambungnya akibat ulah para oknum penyalah gunaan wewenang jabatan dengan tidak memberdayakan rakyat serta menciptakan peluang-peluang menguntungkan bagi pribadi serta kelompoknya, ini yang pertama.


    "Selanjutnya, jika hasil bumi Aceh dikelola dengan baik serta memberikan peluang bagi rakyat untuk mengelolanya secara sistematis dengan tertib administratif, maka rakyat Aceh juga akan mampu keluar dari kemiskinan", sebutnya melalui pers rilisnya.


    Rakyat Aceh dalam hal ini, lanjutnya dibelenggu oleh sistem yang dapat dikatakan terpaksa berbuat demi menghidupi keluarganya, tetapi dibelenggu dengan pola pembodohan, sementara keuntungan para oknum penyalah gunaan wewenang jabatan diduga menikmatinya, ini yang kedua.


    "Berikutnya, potensi Sumber Daya Alam (SDA) Aceh sangat menjanjikan, sebagian besarnya dikelola oleh luar Aceh, tetapi porensi Sumber Daya Manusia (SDM) rakyat Aceh tergolong memadai, tetapi sebagian besar peluang tersebut dimanfaatkan oleh orang luar Aceh yang didatangkan ke Aceh termasuk dilakukan dengan praktik diduga terselubung", ungkapnya.


    Oleh karenanya, sebagian kecil SDA yang ada di Aceh dikelola orang Aceh tetapi sedikit rakyat Aceh berhasil keluar dari kemiskinan, peluang keuntungan ini juga sebagian besar diindikasi dinikmati oleh pendatang yang menyalah gunakan wewenang jabatannya, ini yang ketiga.


    "Analisa ini berdasarkan paradigma yang terjadi di Aceh selama ini, mari kita cermati bersama semua hal tersebut dan kepada rakyat Aceh agar bangkit untuk berjuang terhadap hak-hak rakyat demi masa depan generasi penerus Aceh", harapnya.


    Nasruddin berharap diantara kita tidak ada saling tuding dan saling menyalahkan satu sama lainnya termasuk menyalahkan yang belum tentu salah.*


    Editor      : Syahrudin AP

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan