TRIBUANANEWS.COM | Aceh Tamiang - Komandan Koramil (Danramil)04/ Bendahara (Bdh) Normalisasi saluran Irigasi guna menyelamatkan lahan pertanian masyarakat Tani dari bencana banjir diwilayah Teritorialnya.
Sebagian besar petani di Kecamatan Bendahara mengandalkan air irigasi dan untuk bercocok tanam di sawahnya. Tapi di setiap di musim penghujan lahan sawah yang mereka kelola sering terkena banjir di sebabkan parit irigasi yang mendangkal.
Danramil 04/Bdh Kapten Inf Said Muhammad bersama Muspika setempat berkoordinasi dengan PT. Pertamina EP Rantau untuk mengeluarkan alat berat exsavator untuk normalisasi saluran pengairan lahan pertanian di Desa Seunebuk Dalam Upah Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (23/2).
Pada kegiatan tersebut, Kapten Inf Said Muhammad menyampaikan kejadian banjir pada lahan sawah di wilayah Kecamatan Bendahara khususnya lahan sawah di Desa Seunebuk Dalam Upah selalu terjadi hampir setiap tahun di musim penghujan, areal terdampak banjir cukup luas ± 70 hektar, sehingga para petani gagal panen setiap tahunnya.
Dengan adanya normalisasi saluran irigasi tersebut diharapkan dapat menyelamatkan lahan yang terancam terendam banjir setiap tahunnya sesuai harapan petani,
"Dengan adanya normalisasi irigasi, aliran air akan lancar untuk mengairi sehingga ketika turun hujan air tidak meluap ke areal pertanian yang ditanami padi, sehingga gagal penen yang mulai mengintip petani ini bisa dihindari", ujar Kapten Inf Said Muhammad.
Ia bersama Muspika Kecamatan Bendahara berkoordinasi dengan PT. Pertamina EP Rantau guna mendapatkan alat berat exsavator untuk pengerjaan normalisasi saluran irigasi volume 3000 meter di wilayah pesawahan Desa Seunebuk Dalam Upah.
"Saya berharap melalui Normalisasi Saluran Irigasi ini dapat mencegah terjadinya luapan air sungai irigasi ke areal pertanian di saat turun hujan. dan kegagalan panen yang di alami petani tidak terjadi lagi", ungkapnya.*
Editor : Syahrudin AP
Sumber : Pendim 0117/Atam


