• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    56,4 Miliar, Jalan Pelang Batu Tajam Banyak Yang Rusak, Siapa yang Salah?

    08/02/21, 15:48 WIB Last Updated 2021-02-08T08:48:59Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    fhoto Dok: jalan Pelang Batu Tajam

    TRIBUANANEWS.COM I Ketapang - Warga Ketapang menilai bahwa pemerintah kabupaten Ketapang gagal dalam membangun infrastruktur seperti jalan Pelang batu tajam yang bersumber dari APBD Tahun 2019 dengan pagu 56,4 Miliar, Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang.


    Hal itu diungkapkan satu diantara pengguna jalan Uti Iskandar warga Ketapang, dirinya menyebutkan pemerintah dalam hal ini Dinas PUTR gagal untuk membangun infrastruktur jalan Pelang batu tajam, dirinya berpendapat, dengan dana yang begitu besar seharusnya jalan tersebut sudah mulus.

    " Pemerintah, dalam hal ini Dinas PUTR Ketapang gagal, masak baru seumur jagung jalan sudah banyak yang hancur," uacapnya Kepada Tribuananews, Minggu (7/2/2021).


    Kendati demikian, dirinya tetap berterimakasih bahwa jalan tersebut sudah dibangun walaupun tidak sempurna.


    " Terimakasih lah sudah dibangun, saya akui, tidak semua jalan itu yang rusak, ada juga yang bagus, namun tetap belum maksimal, masak Miliran rupiah bangunan kayak itu," ungkapnya. 


    Dirinya juga meminta kepada DPRD untuk melakukan pengecekan langsung kelapangan, dan memberitahukan kehalayak ramai tentang permasalahan jalan tersebut.


    " DPRD Ketapang harus lah memberikan penjelasan, kenapa jalan itu cepat sekali rusak, apakah mutunya, atau ada kesalahan yang lain, kami perlu tau lah, sebab jalan itu dibiayai dari APBD Ketapang," jelas Uti.


    Menurut Ketua Komisi IV DPRD Ketapang, Achmad Sholeh S.T.,M.sos menjelaskan, bahwa pihak nya dari dulu sudah melakukan monitoring, diirinya menyebutkan dari 60 Miliar yang terserap hanya 40 Miliaran.


    " Anggaran 60 Miliar hanya terserap 40 Miliar," jelasnya via Telepon, Senin (8/2/2021).


    Menurutnya, seharusnya semua pihak mengikuti semua aturan, baik kontraktor dan pengguna jalan harus berkesinambungan, pemerintah sudah menganggarkan, mau disalahkan juga tidak bisa.


    Pemerintah sudah bisa membangun, sama-sama kita bisa mengawasi, terkait jalan tersebut, Pemerintah menganggarkan pemeliharaan setiap tahun.


    " Pemeliharaan tiap tahun dianggarkan, tetapi bukan berarti jalur jalur lain tidak kita protek ya, tetap kita protek juga," ungkapnya.


    " Kami dari DPRD dan Pemerintah sudah berupaya untuk memperbaiki jalan tersebut, mari kita saling menjaga, baik dari masyarakat pemerintah maupun perusahaan perusahan yang menggunakan jalan tersebut," timpalnya.*



    Laporan: Erwin


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan