TRIBUANANEWS.COM I Kayong Utara - Masyarakat Kecamatan Pulau Maya yang tersebar di tiga desa, seperti Desa Satai Lestari, Kamboja dan Tanjung Satai, meminta kepada pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat untuk memberikan kebijakan kebijakan khusus yang mana sudah puluhan tahun listrik ( PLN) ditempat tersebut belum maksimal untuk dinikmati.
kondisi listrik (PLN) di pulau Maya hampir tidak pernah normal dalam melayani penerangan di tiga desa tersebut. Menurut masyarakat sekitar, hampir setiap malam pemadaman selalu terjadi.
Seperti yang diungkapkan Satu diantara warga kecamatan Pulau Maya, Sudirman (60) menjelaskan, keadaanya sudah cukup lama, dari dulu memang seperti inilah keadaannya.
" Puluhan tahun listrik disini tidak pernah normal, jangankan siang hari, malam haripun jarang menyala, harapan saya Pemerintah jangan tutup mata," ungkap nya kepada Tribuananews, Sabtu ( 23/1/2021).
Hal serupa diungkapkan oleh Ipiansyah, dirinya meminta kepada pemerintah untuk mengambil kebijakan kebijakan yang Pro terhadap masyarakat kecil terkait PLN ditempat tinggal nya.
" Pemerintah harus membuat kebijakan khusus terkait masalah PLN yang dari dulu sering mati, kita ini hidup bukan jaman jepon lagi, hidup kita ini sudah serba ada," cetusnya.
Lanjut Dia, akibat dari listrik yang kerap mati, sinyal pun susah, apalagi dimusim sekarang, anak anak yang sekolah dengan berbasis internet tentu sangat kesulitan.
" Hal ini harusnya menjadi perhatian untuk pemerintah agar permasalahan PLN yang sudah cukup lama ini cepat teratasi," pintanya.
Menurut pengakuan Riduan, yang merangkap semua jabatan menjelaskan, mesin yang sekarang tidak bisa normal, sudah sering pihaknya mengganti alat namun belum menemukan hasil maksimal.
" Bisa normal, nanti kambuh lagi, ketika mesinnya sudah operasi dua sampai tiga jam nanti minyaknya itu yang masuk ke ruang bakar bisa berkurang, padahal sistem bahan bakar sudah kami cek semua, dari pempipaan, filter, rakor sampai injeksifam nya sudah kami ganti, cuman tidak ada perubahan," jelas dia.
Dirinya nya mengaku, sering membersihkan kabel kabel, itu bisa bagus tetapi tidak bertahan lama, smapai hari ini dirinya bingung dengan keadaan mesinnya.
" Padahal kemarin sudah dibantu tim teknis dari Ketapang sama juga begitu, berhari hari membaguskan paling bertahan maksimal 10 hari nanti kambuh lagi, itu yang membuat bingung," ujarnya.
Menurut dia, pihaknya lagi menunggu alat sped control kalaupun nanti tidak ada hasil dirinya tidak tau lagi harus berbuat apa.
" Padahal kemaren sudah di tinjau oleh tim gangguan juga dari Ketapang, merekapun bingung," timpalnya.
Dirinya mengaku, bahwa memang mesin pembangkitnya sudah terlalu tua, samapai saat ini pemeliharaannya hanya dimesin.
" Memang sejauh ini untuk pemeliharaan kelistrikan tidak ada," tukasnya.*
Laporan: Erwin

