• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kini Kecamatan Baolan Menyumbang Kasus Corona Tertinggi di Tolitoli

    24/01/21, 02:42 WIB Last Updated 2021-01-23T19:42:28Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Tolitoli - Pemerintah menetapkan Kabupaten Tolitoli sebagai salah satu daerah yang berisiko tinggi penularan virus corona atau sebagai zona merah baru di Indonesia bersama 4 Kabupaten lain di Provinsi Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Poso, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Tojo Una-Una. Seiring dengan lonjakan kasus covid 19 yang terjadi di Kabupaten Tolitoli sejak akhir desember 2020 sampai sekarang.

    "Meskipun yang berhasil sembuh dari Covid-19 beberapa waktu yang lalu telah kami umumkan, namun di Kabupaten Tolitoli masih ada sebanyak 144 orang yang terinfeksi covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Swab RT-PCR," kata Arham, jubir satgas penanganan covid 19 Kabupaten Tolitoli melalui keterangan tertulisnya, Jumat (22/1/2021).

    Adapun pasien yang bergejala dan harus menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Mokopido Tolitoli saat ini sebanyak 37 orang atau 25,7 %, sedangkan yang hanya bergejala ringan serta tanpa gejala sehingga dapat direkomendasikan untuk menjalani isolasi mandiri sebanyak 107 orang atau 74,3 %. 

    Bila dipilah berdasarkan jenis kelamin, jumlah terbanyak adalah perempuan yakni sebanyak 76 orang atau 52,8 % sedangkan Laki-laki sebanyak 68 orang atau 47,2 %.  

    Arham menjelaskan penularan virus corona sudah teridentifikasi di semua Kecamatan di Kabupaten Tolitoli, namun Kecamatan Baolan adalah penyumbang gelombang penambahan kasus terbesar. 

    Dari jumlah 144 orang yang masih terinfeksi saat ini, 120 orang atau 83,3 % adalah penduduk Kecamatan Baolan, sedangkan di wilayah lain seperti Kecamatan Galang hanya sebanyak 12  orang atau 8,3 %, Kecamatan Dondo 3 orang atau 2,0 %, Dampal Selatan, Basidondo, Lampasio dan Tolitoli Utara masing-masing 2 orang atau 1,3 % serta Ogodeide 1 orang atau 0,6 %. Sedangkan wilayah yang saat ini berstatus zero Covid-19 adalah Kecamatan Dampal Utara dan Kecamatan Dako Pemean.

    "Tingkat aktivitas rutin warga yang tinggi dan terbilang padat serta ketidak disiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan di wilayah Kecamatan Baolan, diduga menjadi pemicu penularan virus, sehingga terjadi lonjakan kasus yang sangat tinggi," terangnya.

    Virus Corona yang menyebar di Kabupaten Tolitoli saat ini khususnya di Kecamatan Baolan bukan lagi paparan virus dari luar daerah / luar negeri atau imported case melainkan paparan virus di lingkungan masyarakat sendiri atau transmisi lokal. Sering tanpa disadari di wilayah ini terjadi interaksi orang yang sehat dengan orang yang memiliki atau terinfeksi virus corona tapi tidak bergejala alias asimtomatis.

    Ia menambahkan sebaran kasus terbanyak penderita covid-19 di Kecamatan Baolan terdapat di 4 Kelurahan yakni Kelurahan Panasakan dengan jumlah 38 orang atau 31,6 % dari jumlah kasus di Kecamatan Baolan dan 26,3 % dari jumlah kasus di seluruh Kabupaten Tolitoli, kemudian diikuti oleh Kelurahan Tuweley dengan jumlah penderita sebanyak 29 orang atau 24,1 % (Kecamatan) dan 20,1 % (Kabupaten), selanjutnya Kelurahan Baru dengan jumlah 20 orang atau 16,6 % (Kecamatan) dan 13, 8 % (Kabupaten) serta Kelurahan Nalu dengan jumlah 18 orang atau 15,0 % (Kecamatan) dan 12,5 % (Kabupaten). 

    Sedangkan wilayah Kelurahan dan Desa di Kecamatan Baolan yang juga terdapat kasus yakni Kelurahan Sidoarjo dengan jumlah penderita sebanyak 9 orang atau 7,5 % (Kecamatan) dan 6,2 % (Kabupaten), Kelurahan Tambun dan Desa Buntuna masing-masing berjumlah 2 orang atau 1,6 % (Kecamatan) dan 1,3 % (Kabupaten), sementara Desa Dadakitan dan Desa Pangi masing-masing hanya 1 orang atau 0,8 % (Kecamatan) dan 0,6 % (Kabupaten), sedangkan Desa Lelean Nono masih berstatus zero covid-19.  

    "Hingga saat ini, pasien covid 19 di Kabupaten Tolitoli yang meninggal dunia sebanyak 11 orang, oleh karena itu harus selalu waspada tak boleh lengah. Upaya penegakkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan adalah hal yang wajib untuk dipatuhi," tutupnya.*

    Laporan : Agus
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan