masukkan iklan disini
Photo : Kondisi saat ini Jalan penghubung kawasan Lintas Kecamatan Indra Mskmue - Kura Binje Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur dilalui kendaraan berbagai termasuk milik perusahaan-perusahaan yang menguras hasil bumi Indra Makmue
TRIBUANANEWS.COM | Aceh Timur - Kerusakan jalan dan jembatan antar Kecamatan Indra Makmue - Kuta Binje Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur hancur bagaikan kubang kerbau dan pada badan jalan berlubang dimana-mana mengakibatkan jalan tersebut layak disebut rusak parah.
Kondisi kerusakan parah badan jalan tersebut sepanjang mulai Desa Ladang Baroe hingga DesaSeuneubok Bayu Kecamatan Indra Makmue Kabupaten Aceh Timur.
Padahal jalan tersebut di lintasi berbagai kenderaan dengan volume Tonase tinggi, ukuran besar dan kecil milik perusahaan perkebunan maupun perusahaan Minyak dan Gas, namun untuk perbaikan di harapkan partisioasi masyarakat atau belas kasian permerintah daerah.
Laporan di terima oleh Direktur Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin dari masyarakat, bahwa sudah banyak kenderaan masyarakat menjadi korban di jembatan maupun di jalan.
"Setiap hari ada saja mobil dan sepeda motor milik masyarakat mengalami kecelakaan yakni terperosok di Jembatan Desa Ladang Baroe. Bahkan tadi siang satu unit mobil Minibus Toyota Avanza yang membawa pengantin ikut terperosok di jembatan tersebut", ujar Nasruddin kepada media Tribuananews.com, Selasa (26/1).
Begitu juga di jalan tepatnya di Desa Bandar Baroe, tambahnya juga sering kali pengendera sepeda motor jatuh dan tidak ada yang bertanggung jawab.
Untuk itu Nasruddin meminta kepada perusahaan tidak hanya mengeruk/menguras hasil bumi saja, namun harus ikut peduli merawat jalan dan jembatan yang merupakan fasilitas umum yang di pergunakan untuk kepentingan masyarakat banyak.
"Kalau berharap sama pemerintah Aceh Timur tentu harus menunggu adanya anggaran, baru bisa di bangun, sememtara jalan dan jembatan sudah hancur, jadi sudah sepantasnya lah perusahaan memberi perhatian secara serius", katanya melalui pers rilisnya.
Nasruddin mengingatkan kepada para pihak perusahaan dilingkaran kawasan tersebut agar lebih peduli terhadap lingkungan setempat, terutama jalan sebagai aset infra struktur utama dan jalan tersebut sarana pengembangan kawasan.
"Jangan sampai nanti masyarakat memblokir jalan , baru sibuk semua dan akhirnya masyarakat di anggap anarkis tidak pro terhadap investasi", tegasnya.*
Editor : Syahrudin AP


