TRIBUANANEWS.COM | Ambon - Fraksi Pembangunan Bangsa DPRD Provinsi Maluku mengingatkan, baik kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah agar lebih memprioritaskan masyarakat lokal untuk berkontribusi di daerahnya.
Ini berkaitan dengan persetujuan dua Ranperda menjadi Perda tentang Perseroda (Perseroan Daerah) Maluku Energi Abadi dan Penyertaan Modal Daerah, yang baru saja disetujui oleh DPRD Provinsi Maluku beberapa waktu yang lalu.
Hal ini disampaikan oleh salah satu Anggota DPRD Maluku dari Fraksi Pembangunan Bangsa (PKB - PPP) Ruslan Hurasan, S.E., M.Si. saat ditemui awak Media Tribuananews di Lt,2 Kantor DPRD Provinsi Maluku, Karang Panjang, Jumat (06/11/2020).
"Kita sudah melakukan rapat internal terkait pansus penyertaan modal Perseroda Maluku Energi Abadi dan pansus pembentukan pendirian Perseroda Maluku Energi Abadi. Dari dua pansus tersebut, semua fraksi menyetujui dan menerima termasuk kami di Fraksi Pembangunan Bangsa (PKB-PPP)," ungkap Ruslan.
Perihal menyetujui dan menerima, jelas Ruslan, pihaknya tidak begitu saja menyepakatinya, namun dengan menyertakan beberapa catatan.
Saat di tanya terkait dengan catatan itu apa-apa saja, Ruslan Hurasan menjawabnya dengan rinci dan gamblang.
"Catatan tersebut terkait dengan penyertaan modal harus sesuai dengan aturan yang ada, yakni penyertaan modal Rp. 25 Milyar. Dan itu harus dipergunakan se-efesien mungkin. Itu yang pertama," jelasnya.
Kemudian yang kedua kata Ruslan, pengelolaan Perusahaan Daerah harus profesional. Sedangkan yang ketiga, pada saat Fee 10 % di berikan, maka harus memperhatikan wilayah-wilayah Ekseprorasi, misalkan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), terkait dengan wilayah dan lingkungan mereka.
Kemudian, Ruslan juga mengingatkan kepada pemerintah, agar memperhatikan anak-anak dan putra putri daerah untuk diberdayakan sebagai tenaga kerja, terlepas dengan adanya program-program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Sehingga ke depan, pada saat pengelolaan Fee 10 % dan Operasional Ekseprorasi itu, minimal 75 % dimanfaatkan oleh anak-anak daerah dan putra putri Maluku yang dipekerjakan di sana," tegas Ruslan Hurasan.
Diakhir pernyataannya, Ruslan Hurasan yang juga Putra Jazirah Leihitu di Negeri Hitu ini mengajak Pemerintah Provinsi Maluku, untuk sama-sama memulai program peningkatan kualitas SDM, mulai dari SMA/SMK dan S.1 serta S.2.
"Kita berikan Pendidikan Pelatihan Khusus Migas, yang kemudian dipekerjakan pada Ekseprorasi Blok Masela ke depan nantinya," terang Ruslan Hurasan.*
Laporan : Atom
Editor : Hendra

