• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Usai Sholat Jumat, Kapolsek Kairatu Timur Beri Tauziah di Mesjid Al Fajar

    03/10/20, 00:00 WIB Last Updated 2020-10-02T17:04:07Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Seram - Masjid Al Fajar di Banjiri oleh masyarakat Desa Latu, Kecamatan Amalatu pada Sholat Jum'at kali ini, sehingga tampak peningkatan kwalitas iman dan ketaqwaannya kepada Allah SWT.


    Hal ini disampaikan oleh Kapolsek Kairatu Timur Iptu Idris Mukadar, S.Hi. melalui WhatsApp pribadinya kepada awak media Tribuananews, Jumat (02/10/2020) setelah selesai melaksanakan sholat Jum'at berjamaah di Masjid Al Fajar. 


    Dalam Tausyiahnya usai pelaksanaan Sholat Jumat, Kapolsek Kairatu Timur Iptu Idris Mukadar menyampaikan kepada Jama'ah, dirinya mengajak seluruh masyarakat khususnya warga Desa Latu, untuk terus meningkatkan Iman dan Takwa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. 


    "Mari kita tingkatkan kwalitas Imam dan Taqwa kita kepada Allah SWT, serta bersyukur atas rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga hari ini kita semua bisa hadir di Masjid Al Fajar ini. Insyaallah kita semua sehat wal'afiat dalam lindungan Allah SWT, Aamiin Allahummaa Yaa Allah Yaa Rahman Yaa Rahiim Yaa Rabbal Alamin," ucap Idris Mukadar mengawali Tausiahnya. 




    Pada pelaksanaan Sholat Jum'at kali ini, bertindak sebagai Khotib adalah Uztadz Zulfikar Wakano, S.Hi., dan yang bertindak sebagai Imam yakni Uztadz Bustam Pattimura serta Mu'azinnya yakni yang biasa mengumandangkan Azan di Masjid tersebut. 


    Selain berbicara keagamaan, Mukadar juga mengajak semua Jama'ah Sholat Jum'at untuk pentingnya menjaga Kamtibmas di Desa Latu dan Desa-desa yang berada di Wilayah Hukum Polsek Kairatu Timur Kabupaten Seram Bagian Barat ini. 


    "Saya berharap, masyarakat Desa Latu dapat terus menjaga, memelihara dan melestarikan lingkungan, baik di laut maupun di darat," kata Mukadar dengan nada lembut.


    Ia juga meminta kepada masyarakatnya untuk menjaga, memelihara dan melestarikan Laut, yakni dengan cara tidak menggunakan bahan peledak dan obat-obatan, yang nantinya dapat merusak keindahan alam laut, terlebih dapat menghancurkan terumbu karang dan juga dapat mematikan telur telur ikan kecil, yang biasa di kenal dengan Biota Laut. 




    "Tidak boleh melakukan penebangan pohon kayu secara liar atau ilegal di hutan dan di bantaran sungai, karena akan mengakibatkan terjadinya longsor dan banjir, sehingga bisa menimbulkan dampak yang besar terhadap lingkungan," kata Mukadar. 


    Iptu Idris Mukadar juga mengingatkan kepada jama'ah, bahwa pengeboman ikan di laut, penebangan pohon kayu secara ilegal, yang nantinya dapat merusak hutan dan lingkungan, itu juga perbuatan melawan hukum di Indonesia dan hukum adat istiadat Desa Latu sendiri. 


    "Jika kita tidak menyadari sepenuhnya tentang menjaga, memelihara dan melestarikan lingkungan dengan baik, akibat dan dampaknya juga kembali kepada kita," jelasnya. 


    Dan sudah barang tentu akan mempengaruhi kehidupan ke depan, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur'an, yaitu "telah nampak kerusakan di laut dan di darat akibat dari ulah tangan tangan manusia, dan Allah SWT menghendaki agar mereka merasakan dari (akibat) perbuatan mereka," tutur Mukadar menirukan salah satu bunyi Ayat Al Qur'an. 


    Untuk itu dirinya mengajak, "mari kita kembali ke jalan yang benar, jika kita melanggar perintah Allah SWT, bukan berarti kita telah lulus dari ancamannya. Akan tetapi, kelak kita akan tersesat dengan perbuatannya sendiri," pungkasnya. 


    Diakhir Tausyiahya, Kapolsek Kairatu Timur Iptu Idris Mukadar kembali mengingatkan masyarakat Desa Latu untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.


    "Jangan lupa tetap menjaga protokol kesehatan dalam kehidupan kita sehari-hari, yakni dengan menjaga kebersihan lingkungan yang baik dan selalu mencuci tangan, menjaga jarak serta memakai masker, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yang Insya Allah bisa berakhir di tahun ini," tutup Mukadar mengakhiri Tausyiahnya.*


    Laporan : ATOM

    Editor     : Hendra 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan