TRIBUANANEWS.COM | Kota Ternate - Staf Intelijen Korem (Sintelrem) 152/Babullah menggelar kegiatan pembekalan kontra radikalisme bagi prajurit.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Makorem 152/Babullah Jalan A.M. Kamarudin No. 1 Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Kamis (15/10/2020).
Sesuai rilis Penrem 152 / Babullah yang diterima Media Tribuananews (16/10/2020), bahwa kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasi Intel Kasrem 152/Babullah Kolonel Inf Wahyu Yudhayana tersebut diikuti oleh 150 personel satuan jajaran Korem 152/Babullah.
Dalam kesempatan tersebut Kasi Intel menyampaikan, radikalisme atau separatisme merupakan embrio lahirnya terorisme.
"Radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner. Radikalisme juga menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan (violence) dan aksi-aksi yang ekstrem," jelas Kasi Intel.
Lanjutnya, "ada beberapa ciri yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal, yaitu, pertama intoleran (tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain). Kedua fanatik (selalu merasa benar sendiri, menganggap orang lain salah). Ketiga eksklusif (membedakan diri dari umat Islam umumnya). Ke empat revolusioner (cenderung menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan)," ujar Kasi Intel Korem 152 /Banullah.
Dijelaskannya juga, bahwa pengetahuan dan keterampilan teknis teritorial Apkowil dalam mencegah paham radikal dihadapkan dengan perkembangan kondisi sosial serta berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan belum optimal dalam penyelesaian tugas dan tanggung jawabnya sesuai yang diharapkan.
Oleh karena itu, kata Kasi Intel, perlu adanya pembekalan kontra radikalisme dalam rangka meningkatkan kemampuan personel TNI/Polri, Pemerintah Daerah dan Tokoh masyarakat dalam rangka pencegahan radikalisme dan separatisme.
"Menghadapi perkembangan situasi seperti sekarang ini, sangatlah diperlukan suatu tekad dari semua komponen bangsa, untuk ikut berperan aktif dalam menghadapi dan memecahkan berbagai kesulitan bangsa, khususnya dalam rangka cegah tangkal radikalisme /separatisme," tegas Kasi Intel.
Ditambahkannya, bahwa penerapan 4 pilar kebangsaan bagi masyarakat dan Bangsa Indonesia hendaknya bukan sekedar slogan, tetapi melekat dalam pola kehidupan sehari-hari.
Karena, jelas Kasi intel, kodrat Bangsa Indonesia adalah keberagaman dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman.
"Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia, Itulah ke Bhinneka Tunggal Ika an kita," tutup Kasi Intel.*
Laporan : Ade Manaf
Sumber : Penrem 152 / Babullah


