masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Probolinggo - Sosok pemuda yang religius dan milenial ini sangat tak asing di wilayah Kabupaten/kota Probolinggo di bidang rukyah aswaja untuk media penyembuhan penyakit dhahir maupun batin.
Pasalnya, rukyah aswaja sebuah organisasi sosial religi yang bergelut 'maslahah ummah' dalam hal media ikhtiar kesembuhan penyakit dhohir dan penyakit batin.
Sebut saja, Ustad Nanang Suhartono, SH. Pria ini sebentar lagi genap diusia 32 tahun, tepatnya tanggal 17 Oktober, usia yang semakin matang membuat Nanang semakin fokus pada profesinya untuk membantu masyarakat yang punya penyakit.
"Apa yang kami ikhtiarkan untuk proses penyembuhan penyakit dengan media tenaga bathin, tak lepas dari ridho Allah semata, ketika iktiar kami di ridhoi, maka si pasien yakin sembuh," kata Nanang ketika dikonfirmasi Tribuananews di kediamannya, Senin (05/10/2020) pagi.
Menurutnya, organisasi sosial itu adalah Keluarga Besar Rukyah Aswaja (KBRA) Kabupaten Probolinggo, bergerak dibidang ikhtiar penyembuhan penyakit dhahir dan batin dengan media ilmu bathin dan setrum media listrik juga ramuan herbal.
Ia bertempat di Dusun Galgede Wetan, RT.04/RW.06 Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo dengan satu istri dan dua anak, rumah mungil namun penuh dengan aura religi ini mampu membuat Nanang bahagia bersama keluarga.
"Rasa bahagia tak terhingga ketika pasien kami sembuh, dan nilai materi bukan tujuan kami dalam ikhtiar rukyah, karena rejeki saya hanya Allah yang mengatur dan tak akan pernah tertukar," terang Nanang sambil tersenyum.
Menurut ceritanya, ia juga aktif di Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Dringu bidang waqaf, juga aktif di Pemuda Ansor Kecamatan Dringu selaku wakil ketua.
"Semua kegiatan yang menyentuh langsung pada masyarakat, kami selalu aktif mengikuti, agar disiplin ilmu yang kami dapat bisa membawa manfaat untuk sesama," imbuhnya.
Di akhir bincang santainya, Nanang menyebutkan sebuah hadis, khoirunnas anfa'uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang mampu membawa manfaat bagi manusia yang lain).
"Ketika bicara menolong sesama, apalagi saya seorang penyuluh agama di Kecamatan Dringu, maka wajib hukumnya berbuat baik sebagai aplikasi hadis di atas," pungkasnya.*
Laporan : Taufiq



