• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Para Pelajar Ini Terjaring Operasi Yustisi Polsek Bangun Saat Akan Melakukan Aksi Unjuk Rasa Ke Kota Pematangsiantar

    12/10/20, 21:19 WIB Last Updated 2020-10-12T14:19:27Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Simalungun - Polsek Bangun Polres Simalungun melaksanakan Operasi Yustisi 2020 guna pendisiplinan protokol kesehatan kepada masyarakat dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru dimasa pandemik Covid-19, di Jalan Asahan Km,16,5 – 17 Nagori Bangun Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun, pada Senin (12/10/2020).


    Kapolsek Bangun AKP L. S Gultom, SH, menjelaskan bahwa Polsek Bangun melaksanakan kegiatan Operasi Yustisi 2020 dan melihat satu unit mobil jenis dump truck yang dicurigai ada sesuatu didalamnya, dan memberhentikan kendaraan tersebut.


    "Ternyata pada dump truck itu terdapat puluhan remaja. Melihat hal tersebut saya langsung meminta supir dump truck untuk masuk kedalam halaman Mako Polsek Bangun guna meminta keterangan," terang Kapolsek AKP L. S Gultom.


    Setelah didalam halaman mako Polsek, lanjut Kapolsek, kita meminta untuk semua remaja yang ada didalam dum truck untuk turun.


    "Saya melihat bahwa mereka sudah melanggar protokol kesehatan dalam antisipasi penyebaran Covid-19, karena mereka sudah tidak lagi menjaga jarak, satu persatu kita mintai keterangan dari para remaja tersebut, mereka menjelaskan bahwa mereka akan melakukan aksi unjuk rasa di Kota Pematangsiantar," jelasnya.


    Namun, lanjut dia, ketika ditanya apa yang akan dituntut dalam aksi unjuk rasa tersebut mereka tidak mengetahui apa maksud unjuk rasa yang akan mereka hadiri, dan mereka mengaku hanya ikut ajakan teman.


    AKP Gultom mengatakan, bahwa anak-anak remaja ini masih berstatus pelajar, ada yang kelas 2 SMA dan ada yang kelas 3 SMA, namun ada remaja yang baru saja selesai sekolah atau tamat dari pendidikan SMA.


    Mereka mendapat ajakan melauli media sosial dengan pesan dari massanger untuk ikut melakukan aksi unjuk rasa di Kota Pematangsiantar, dan yang mau ikut agar berkumpul di salah satu SMA Perdagangan, untuk angkutan yang mereka tumpangi.


    "Kita juga sudah mengintrogasi supir dump truck tersebut, ia menjelaskan bahwa sebenarnya supir tersebut akan menuju kecamatan tanah jawa dan akan mengakut barang dari sana, namun masih didaerah perdagangan mobilnya dihadang oleh banyak anak-anak remaja yang meminta untuk menumpang dump truck yang dibawanya menuju kota pematangsiantar," ungkap Kapolsek.


    Untuk semua remaja, terang Kapolsek, yang kita amankan berjumlah enam puluh ramaja, semua kita ambil data dirinya, dan kita panggil orang tua mereka, serta kita undang para kepala sekolah atau perwakilan dari sekolah mereka untuk kita berikan penjelasan serta pembinaan kepada anak-anak remaja tersebut untuk tidak ikut-ikutan melakukan aksi unjuk rasa, karena saat ini kita masih mengalami pandemik Covid-19.


    "Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan, mari bersama kita melawan Covid-19 ini dengan rajin mencuci tangan, meggunakan masker serta menjaga jarak. Semua ini kita lakukan untuk kepentingan kita bersama, semoga pandemik ini segera berkahir dan kita dapat melaksanakan aktifitas seperti biasa sebelum pandemik Covid-19 ini datang dikehidupan kita," tegas AKP Gultom.*


    Laporan : Boy F Pandiangan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan