TRIBUANANEWS.COM | Jember - Masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD fase dua di Desa Suger Kidul Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember banyak menuai kontroversi di kalangan warga penerima manfaat.
Pasalnya, yang mana harusnya masyarakat menerima bantuan sebesar 300 ribu perbulan selama 3 bulan dengan total 900 ribu per Kepala Keluarga, sampai saat ini belum juga terealisasi.
Terkait hal itu, perkembangan isu di masyarakat semakin menguat, dikarenakan Desa - Desa yang lain sudah selesai dan menerima bantuan langsung tunai tersebut.
Snakmi, warga Dusun Kebun Desa Suger Kidul, yang juga salah satu penerima bantuan langsung tunai tersebut mengatakan kepada awak media ini pada Minggu 25 Oktober 2020, terkait permasalahan tersebut.
"Saya menerima BLT dari Desa hanya 3 kali mas, yang 600 ribuan, habis itu sudah tidak ada lagi. Padahal saya dengar dari tetangga Desa lain, semua sudah terima lagi dengan nominal 300 ribu selama tiga bulan," ucapnya.
Kemudian, Bendahara Desa Suger Kidul Abdul Azis mengatakan kepada awak media ini, saat di konfirmasi membenarkan bahwa BLT DD yang fase dua 300 kali selama 3 bulan masih belum dicairkan.
"Iya mas, BLT DD yang fase dua disini memang masih belum dicairkan, entah kenapa dan bagaimana saya kurang paham. Karena yang jelas, kalau anggarannya sudah turun bulan sembilan lalu, dan uangnya sudah diambil oleh Bapak Kepala Desa. Saya hanya Bendahara bisa apa," ucap Abdul Azis.
Kalau penerima bantuan BLT DD disini semua ada 168 Kepala Keluarga. Saya juga kebingungan, karena jadi bahan pertanyaan masyarakat penerima BLT tersebut, dan hampir tiap hari saya mempertanyakan kepada Pak Kades, tapi jawabnya hanya nunggu dulu," tandasnya.
Sedangkan Kepala Desa Suger Kidul Tohe, saat akan dikonfirmasi masalah ini selalu tidak ada Kantor Desa, dan saat di temui dirumahnya selalu di bilang keluar, terkesan sulit untuk ditemui wartawan.*
Laporan : Bagus Budiono

