• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kinerja Dinilai Buruk, PLN Ketapang Terancam Didemo Buruh

    12/10/20, 15:35 WIB Last Updated 2020-10-12T09:04:13Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    Ilustrasi Listrik Padam - net

    TRIBUANANEWS.COM I Ketapang - Penyakit Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Ketapang Kambuh kembali. Hampir setiap hari terjadi pemadaman listrik bergilir di seputaran kota Ketapang, bukan saja mengganggu aktifitas warga bahkan lebih parahnya sampai merusak barang elektronik milik warga.


    Satu diantara warga Kelurahan Sukaharja, Petrus juga mengeluhkan pemadaman listrik yang kembali terjadi, ia menilai penyakit lama PLN kembali kambuh sejak sepekan terakhir.


    “Sangat terganggu aktivitas kita, termasuk aktivitas belajar anak-anak, bahkan akibat listrik sering padam barang elektronik seperti Rice Cooker saya jadi rusak,” akunya.


    Menanggapi hal tersebut, Ketua Federasi Serikat Buruh Solidaritas Pekerja Ketapang (FSBSPK) Kartono, dirinya mendesak PLN UP3 Ketapang untuk sesegera mungkin meminimalisir permasalahan yang terus terjadi, hal tersebut diungkapkannya lantaran hampir setiap malam PLN UP3 Ketapang melakukan Pemadaman Bergilir diseputaran kota Ketapang.


    " Hak kami sebagai pelanggan untuk berbicara dan menyampaikan keluh kesah, jangan sampai kami dari kalangan buruh turun kejalan untuk meminta Kepada PLN UP3 Ketapang mempertanggung jawabkan sebagian alat elektronik warga yang rusak," tegas Kartono, (12/10/2020).


    Manager PKN UP3 Ketapang, Sanggam Sinaga mengaku kalau pemadaman yang beberapa waktu ini akibat dari suplai listrik di Ketapang yang defisit karena adanya gangguan pada PLTU Unit 1 dan PLTU Unit 2 yang terletak di Desa Sukabangun Dalam.


    “Ada tiga status yang pertama defisit, kedua siaga dan ketiga aman, untuk beberapa hari terakhir khsusunya dibulan oktober posisi suplai kita dari siaga menjadi defisit,” akunya.


    Ia melanjutkan, kondisi ini lantaran adanya kejadian Blackout pada PLTU unit 1 yang diakibatkan hujan deras disertai petir yang terindikasi menyambar beberapa peralatan sehingga berdampak pada kejutan di mesin pembangkit.


    “Tanggal 5 Oktober PLTU unit 1 sudah kembali masuk sistem dan status listrik kita menjadi siaga artinya kebutuhan pas tapi pada tanggal 7 Oktober ada gangguan di PLTU unit 2 namun saat telah masuk sistem kembali,” kilahnya.*



    Laporan : Erwin

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan