masukkan iklan disini
Ahmad Apandi, Lurah Jatirangga
TRIBUANANEWS.COM | Bekasi - Warga Jalan Lembur I, RT 02, Rw 04 Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi, pada Sabtu, (5/9/2020), sekira pukul 10.00 Wib, dihebohkan dengan air yang menyembur deras dari dalam tanah dengan ketinggian lebih kurang 10 meter.
Semburan air terlihat sangat deras
Fenomena yang kali pertama terjadi di Kota Bekasi ini membuat geger warga sekitar dan khawatir jika semburan air tidak surut seperti yang terjadi pada semburan lumpur Lapindo di Jawa Timur.
Namun, kekhawatiran warga berangsur angsur hilang seiring semburan air yang terus meredah hingga akhirnya berhenti dan tak ada lagi semburan. Bahkan lubang yang menjadi sumber semburan air tersebut juga sudah ditutup dengan batu.
Akibat semburan tersebut air sempat menggenangi area sekitar lokasi kejadian
Menurut informasi yang diperoleh Tribuananews dari berbagai sumber di tempat kejadian, menyebutkan bahwa semburan air yang mirip kejadian Lapindo itu bermula dari seorang warga berinisial 'MD pemilik kolam renang yang mengebor air untuk kebutuhan kolam renang dengan kedalaman mencapai 70 meter.
Namun, pada titik kedalam tersebut tiba tiba air menyembur deras dengan ketinggian sekitar 10 meter.
Alhasil ini membuat heboh warga setempat yang khawatir air tidak surut dan membanjiri rumah warga.
Beruntung semburan air yang konon katanya berbau gas itu berhenti hingga tidak mengakibatkan kerusakan fatal disekitarnya.
Sementara itu, Lurah Jatirangga, Ahmad Apandi saat dimintai konfirmasi oleh Tribuananews.com membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, kejadian ini baru yang pertama kali terjadi.
"Alhamdulillah, semburan air sudah surut, dan dari Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah meninjau dan mengambil sample air dan udara untuk dilakukan pengecekan," kata Lurah Jatirangga, Ahmad Apandi, Senin (7/9/2020) diruang kerjanya.
Namun demikian, Ahmad Apandi menghimbau kepada warganya agar melaporkan setiap kegiatan pengeboran dalam tanah.
"Jangan sampai kejadian serupa terulang. Karena untuk pengeboran tanah terlebih lagi mencapai kedalaman hingga 70 meter lebih harus ada kajian secara tehnis terkait lapisan tanah," pungkasnya.
Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa dan kerusakan berat.*
Laporan : Bachtiar



