TRIBUANANEWS.COM | Bogor -Melalui APBD Kabupaten Bogor tahun 2020, Desa Bojong Jengkol Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, mendapat bantuan rehabilitasi 7 (Tujuh) Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), dengan biaya anggaran setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sebesar 15 juta rupiah.
Namun menurut Awaluddin Marifatullah Kepala Desa Bojong Jengkol Kecamatan Ciampea, bahwa dana anggaran yang di terima Keluarga Penerima Manfaat (KPM), untuk bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), masing-masing sebesar Rp.15 juta rupiah, sebenarnya tidak mencukupi dikarenakan rumah yang di tempati warga hanyalah sebuah bangunan rumah gubuk, di mana kondisinya yang sangat memprihatinkan, namun karena antusias warga dan perangkat desa, dalam mensukseskan program bantuan Rutilahu dari Pemerintah Kabupaten Bogor, agar bisa semaksimal mungkin, kerja swadaya dan gotong royong benar-benar di terapkan di Desa Bojong Jengkol.
"Sebenarnya kalau hanya mengandalkan bantuan anggaran dari APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor yakni sebesar Rp.15 juta rupiah, dengan kondisi rumah warga yang hanya terbuat dari gubuk, pasti hasilnya tidak akan maksimal, namun karena ada rasa peduli, sosial dan kebersamaan warga di Desa Bojong Jengkol ini, melalui Pemerintah Desa dan warga, bersama-sama saling bergotong royong dan berswadaya baik dalam bantuan untuk dana maupun tenaga, hal ini terbukti dalam pengerjaan rehabilitasi Rutilahu rumah warga, kita bisa lihat kalau semua elemen masyarakat ikut terlibat, mulai dari BPD, LPM, RT dan RW, karena harapan kami, warga Desa Bojong Jengkol, untuk bantuan anggaran rehabilitasi Rutilahu dari APBD Pemerintah Kabupaten Bogor, hasilnya bisa benar-benar maksimal, dari rumah warga yang tidak layak huni menjadi layak huni," ungkap Awaluddin Marifatullah Kepala Desa Bojong Jengkol.
Disamping itu, Awaluddin Marifatullah juga mengungkapkan, 7 bantuan Rehabilitasi Rutilahu yang di dapatkan Desa Bojong Jengkol tahun 2020, akan di jadikan sebagai testimoni untuk Rutilahu-rutilahu pada tahun yang akan datang.
"Jadi bantuan Rutilahu yang kita dapat untuk tahun 2021 nanti, saya berharap hasilnya harus bisa di realisasikan seperti Rutilahu yang sudah selesai sekarang ini, dimana hasilnya benar-benar rumah layak huni, dan juga semangat gotong royong warga dalam membantu warga lain yang sedang membutuhkan, harus tetap dipertahankan dan di budayakan, sehingga apapun beban di dalam masyarakat kita nanti, bisa terbantu dengan adanya saling kebersamaan," ujar Awaluddin Marifatullah.
Selain itu, Awaluddin Marifatullah menjelaskan, Pemerintah Desa Bojong Jengkol sudah memasukkan di dalam RPJMDes untuk pengajuan 130 rumah bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), dalam waktu untuk 5 tahun kedepan, namun yang baru terealisasi baru 7 unit rumah bantuan Rutilahu di tahun 2020.
"Saya berharap pementasan Rutilahu di Desa Bojong Jengkol bisa segera di maksimalkan, dan saya sudah mendapat edaran dari Bupati Kabupaten Bogor, yang mana nantinya bantuan Rutilahu yang sudah kita ajukan 130 unit rumah, sehingga nanti bisa di kalkulasikan, bantuan dari Presiden (Pusat) berapa, Provinsi berapa, dan Reguler seperti yang sudah kita laksanakan sekarang ini dapat berapa, dan mudah-mudahan dari 130 unit rumah yang kita ajukan untuk dilakukan rehabilitasi, kita harapkan semuanya bisa tercover," jelas Awaluddin Marifatullah.
Sementara itu, Dulhalim warga Kp.Kondang RT.04/RW.03 Desa Bojong Jengkol Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Rutilahu, merasa senang, bangga dan terharu atas bantuan anggaran yang di terimanya.
"Saya berterima kasih kepada Bapak Awaluddin Marifatullah sebagai Kepala Desa Bojong Jengkol, dan juga kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, atas bantuan anggaran Rutilahu yang diberikan, dan saya juga sangat berterima kasih kepada warga, atas swadaya yang di lakukan dalam memberikan bantuan dana dan juga tenaga, sehingga hari ini saya bisa memiliki rumah yang benar-benar layak untuk di huni, padahal sebelumnya, saya hanya punya tempat tinggal sebuah gubuk, kalau hujan datang semua keadaan bocor, dan bahkan, ular pun sering masuk ke dalam rumah gubuk saya ini pak, tapi dengan kebaikan bapak Kepala Desa, Pemerintah Kabupaten dan juga warga, hari ini saya bisa dengan nyaman tinggal di rumah, untuk itu sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih," ucap Dulhalim.
Laporan : Hotma Lingga. T






