masukkan iklan disini
Tasimun, Ketua RT 05 RW 012 Perum Pesona Palad
“Ini sudah komitmen saya dari awal, semua bantuan yang didapat dari kelurahan saya bagikan rata ke semua warga. Bantuan ini adalah amanah yang harus sampai ke tangan orang yang berhak menerima,” ucap Tasimun pada Tribuananews.com dan Postdesa.com, Rabu (2/9).
TRIBUANANEWS.COM | Bogor – Bantuan sosial (bansos)
baik yang berupa uang maupun sembako keduanya sangat dibutuhkan masyarakat
dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.
Dampak wabah virus Corona atau
Covid-19 ini memang dirasa sangat menyulitkan ruang gerak masyarakat terutama
dalam urusan ekonomi.
Suryadi, Ketua RW 012 Perum Pesona Palad
Ditengah pandemi Covid-19 ini, mereka yang berada
dalam ekonomi lemah atau kurang beruntung sangat mengharapkan uluran tangan
pemerintah, baik pusat maupun daerah.
Kesulitan ekonomi juga dirasakan sebagian warga di
Perumahan Pesona Palad Desa Cikahuripan, Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Paket bansos dari Kemensos
Salah satunya, seperti yang dialami seorang guru
honorer yang tinggal di perumahan tersebut, sebut saja namanya Sri.
Sri yang kebetulan tinggal di RT 05 RW 012 Perum
Pesona Palad ini mengaku pada Tribuananews.com dan Postdesa.com bahwa sejak
diberlakukannya sistem belajar dalam jaringan (daring) akibat dampak Covid-19,
penghasilannya semakin tidak menentu. Karena selama ini penghasilannya hanya
didapat dari jam mengajar.
Sehingga dirinya merasakan manfaat adanya bantuan
yang diberikan pemerintah, baik yang berupa uang maupun sembako.
Seperti baru baru ini, Pemerintah Kabupaten Bogor
dan Kementerian Sosial (Kemensos) mendistribusikan kembali bantuannya
berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya untuk masyarakat yang terdampak
Covid-19.
Tidak ketinggalan, warga Desa Cikahuripan,
Klapanunggal juga mendapatkan jatah bansos tersebut pada Minggu, 30 Agustus 2020.
Berdasarkan data di Pemerintahan Desa Cikahuripan,
bansos berupa beras yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Bogor totalnya ada
2972 karung ukuran 15 Kg.
Sedangkan bansos kiriman dari Kemensos diterima
sebanyak 813 paket, yang masing masing paket berisikan mie instan 12 bungkus,
minyak goreng 2 liter, sarden 8 kaleng, kecap botol kecil 1, saos botol kecil 1
dan beras 10 Kg.
Kedua bansos tersebut pendistribusiannya transit di
kantor desa yang kemudian disalurkan ke masing masing pengurus RW dan RT untuk
dibagikan ke warga.
Dengan adanya bansos ini, Sri merasa bersyukur dan berharap
bisa kembali mendapatkan seperti sebelumnya.
"Saya dengar ada bantuan sosial dari Pemda
Kabupaten Bogor dan Kemensos yang di salurkan melalui desa dan pengurus RT.
Saya berharap bisa mendapatkan bantuan itu," kata Sri pada
Tribuananews.com dan Postdesa.com, Selasa (1/9).
Sementara itu, Tasimun selaku Ketua RT 05 RW 012
Perum Pesona Palad saat dikonfirmasi Tribuananews.com dan Postdesa.com, Rabu
(2/9) dikediaman Ketua RW 012, menegaskan bahwa selama ini semua warganya menerima
bantuan sosial yang disalurkan pemerintah pusat maupun pemerintah Kabupaten
Bogor.
“Ini sudah komitmen saya dari awal, semua bantuan
yang didapat dari kelurahan saya bagikan rata ke semua warga. Bantuan ini
adalah amanah yang harus sampai ke tangan orang yang berhak menerima,” ucap Tasimun pada Tribuananews.com dan Postdesa.com, Rabu (2/9).
Selain itu, dia menghimbau kepada warganya agar jika
terdapat keluhan hendaknya disampaikan langsung ke pengurus RT agar tidak
terjadi kesalahpahaman.
“Setiap permasalahan warga harus disampaikan ke
pengurus RT, jangan sampai kemana mana. Karena disitu ada organisasi RT yang
bertanggungjawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Suryadi Ketua RW 012
Perum Pesona Palad, setiap keluhan warga hendaknya disampaikan kepengurus
lingkungan, agar tidak timbul kesalahpahaman.
Menurut Suryadi, khusus untuk RW 012 mendapat jatah
bansos dari Pemerintah Kabupaten Bogor sebanyak 110 karung beras yang masing
masing berisikan 15 Kg. Sedangkan bantuan dari Kemensos diterima sebanyak 35
paket.*
Laporan : Bachtiar



