• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Bupati Nagan Raya Harus Berani dan Tegas Peringatkan Cukong Proyek PLTU 3-4 Suak Puntong

    02/09/20, 22:58 WIB Last Updated 2020-09-02T16:22:50Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

     

    Doc. Foto Ibnu Sinar, Penasehat FPPKKB - Rimueng Pilok Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten MB agan Raya


    TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Ibnu Sinar, penasehat Forum Putra Putri Kemukiman Kuala Baro (FPPKKB) Rimueng Pilok, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya merasa kesal atas perilaku Cukong PLTU 3-4 Nagan Raya, yang telah terbukti memanipulasi data tentang jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang datang di Suak Puntong, Kecamatan Kuala pesisir Nagan raya.


    Menurut informasi yang di peroleh, bahwa jumlah TKA asal Cina selama ini sempat di isolasi mandiri di Hotel Grand Nagan, di laporkan hanya berjumlah 38 Orang oleh pihak PLTU 3-4, dan jumlah itu juga sudah di publikasikan oleh sejumlah media ke publik.


    "Namun setelah di periksa oleh petugas terkait, ternyata jumlah TKA asal Cina tersebut di temukan bukti bukan 38 orang tetapi ada 42 orang, dan jumlah ini akurat sesuai fakta dilapangan," kata Ibnu Sinar melalui pers rilisnya kepada media Tribuananews.com, Rabu (2/9/2020). 


    Menurut Ibnu Sinar, terjadinya manipulasi data jumlah TKA asal Cina akibat ada kerja sama pihak tertentu, yang mungkin memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh keuntungan pribadi.


    "Saat saya konfirmasi ke Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaskertrans) Nagan Raya Rahmatullah, dia membenarkan adanya kejadian tersebut. Pengakuannya saat saya konfirmasi via Whatshapp menjelaskan bahwa, berdasarkan surat pemberitahuan yang dilaporkan ke pihak Dinaskertrans Nagan Raya memang betul, tidak sesuai dengan jumlah yang ditemukan di lapangan," jelasnya.


    Oleh karena itu, Ibnu Sinar meminta kepada Bupati Nagan Raya supaya berani memberi peringatan tegas kepada pihak PLTU 3-4 dan kepada pejabat terkait, agar ke depan kejadian serupa tidak terulang lagi.


    "Kami berasumsi bahwa, tidak akan mungkin terjadi manipulasi data jika tidak ada kerja sama yang baik untuk saling menutupi antara satu dengan lainnya. Padahal kita tahu, bahwa TKA Cina merupakan salah satu faktor paling berbahaya terjangkitnya Virus Corona atau Covid-19," imbuhnya menduga.


    Selanjutnya, kata Ibnu Sinar, lalu mengapa mereka tega merekayasa dan menutupi jumlah TKA asal Cina sebenarnya. Apa untungnya pada mereka jika TKA Cina di publikasikan di media hanya 38 orang? sedangkan fakta setelah di cek ke lapangan oleh petugas ternyata ada 42 orang.


    "Kalau begini terus kejadiannya, ke depan saya yakin akan membludak TKA Cina di Nagan Raya, jika setiap kesempatan ada di selipkan TKA Cina dengan data jumlah berbeda," pungkas Ibnu Sinar.


    Padahal, Pemerintah Nagan Raya saat ini sedang sangat serius memberantas dan memutuskan mata rantai penularan serta penyebaran pandemi Covid-19.


    "Jangan mau dong! Jika ada indikasi cukong-cukong mata cipit itu menawarkan uang untuk dapat bekerjasama dengan mereka guna memudahkan TKA Cina masuk kewilayah Nagan Raya," pesan Penasehat FPPKKB Rimueng Pilok tersebut.


    Ini pesan moral disampaikannya pada siapapun kita sebagai warga Nagan Raya, jangan karena ada sesuatu yang menjanjikan kepentingan pribadi, lalu faktor kerugian masyarakat di abaikan begitu saja.


    "Kami juga meminta pada setiap petugas yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 untuk serius mengawasi TKA Cina, supaya kedatangan mereka harus sesuai dengan ketentuan protokoler kesehatan yang telah di tetapkan oleh pemerintah. Ke depan jangan ada lagi isolasi mandiri TKA Cina di tempatkan di hotel atau tempat lainnya, tanpa ada izin protokoler kesehatan," harapnya.


    Percuma Pemda Nagan Raya sudah menyiapkan rumah sehat jika fasilitas itu tidak di manfaatkan dengan baik, dan bila fasilitas itu dapat dimanfaatkan dengan baik, maka pemasukan daerah juga bertambah dan dapat bermanfaat untuk umum.*



    Laporan     : Sofyan

    Editor         : Syahrudin AP

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan