Secara keseluruhan, jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh tersebut terbentang sepanjang 74 kilometer, dan ini merupakan ruas tol pertama yang dibangun di Provinsi Aceh.
Presiden Jokowi dalam sambutannya berharap, agar pembangunan jalan tol perdana di provinsi tersebut nantinya dapat memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi di Bumi Serambi Mekah dan sekaligus dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
"Kita harapkan, dengan infrastruktur baru ini akan menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, ada usaha-usaha baru, ada perluasan usaha dari yang sudah ada. Dan kita harapkan, hal ini akan membangkitkan perekonomian di Aceh secara luas, dan tentu saja goal-nya menciptakan lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya," ujarnya Jokowi saat lakukan siaran pers.
Jokowi, selaku Kepala Negara juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Aceh yang mendukung jalannya pembangunan tersebut, dengan lancarnya proses pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan.
Menurutnya, pembebasan lahan di Provinsi Aceh untuk pembangunan jalan tol tersebut merupakan yang tercepat.
"Pembebasan lahan yang ada di Provinsi Aceh ini paling cepat sepanjang yang saya tahu. Misalnya yang 74 kilometer ini, dari Banda Aceh ke Sigli itu sudah 86 persen. Ini cepat sekali. Konstruksinya juga bisa mengikuti dengan cepat," kata Presiden.
Saya kira, kalau cara-cara di Aceh ini diterapkan di Provinsi lain, kecepatan pembangunan jalan tol itu semuanya bisa segera beroperasi penuh," imbuhnya.
Dipaparkannya, ke depan jalan tol yang ada di Provinsi Aceh akan tersambung dengan jalan-jalan tol lainnya di Pulau Sumatera hingga berakhir di Lampung, dan menjadi bagian dari tol Trans-Sumatera sepanjang 2.765 kilometer, yang ditargetkan selesai pada tahun 2024 mendatang.
"Ini akan meningkatkan Multiplier Effect dua sampai tiga kali. Ini luar biasa. Juga menyerap tenaga kerja sebanyak 296 ribu secara langsung untuk 18 ruas yang ada. Saat ini saja sudah menyerap 24.700 tenaga kerja. Ini memang sangat banyak," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga berujar, bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia tetap harus berjalan. Menurut Presiden, mengingat pentingnya hal tersebut bagi negara kita di tengah ketertinggalan infrastruktur dibandingkan negara-negara lainnya.
Selain itu Jokowi juga mengatakan, bahwa tidak meratanya fasilitas dan pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini menjadikan tingginya biaya logistik, yang menyebabkan daya saing menjadi tidak menguntungkan.
"Dalam kondisi seperti saat ini, pembangunan infrastruktur juga menjadi salah satu strategi, yang memberikan daya ungkit bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional," ungkap Presiden.
Di kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo juga menitipkan pesan kepada Gubernur Provinsi Aceh, agar segera menghubungkan tol pertama di Provinsi Aceh tersebut dengan pusat-pusat ekonomi dan pariwisata yang ada di sana.
"Saya minta, agar ini disambungkan dengan sentra-sentra pertanian, pariwisata, dan kawasan industri, sehingga betul-betul bermanfaat bagi masyarakat kita di Aceh. Dan yang kita harapkan lagi, Aceh akan menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatera," tandasnya.
Tak lupa pula, usai meresmikan, Presiden Joko Widodo berkesempatan untuk menjajal ruas jalan tol seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13,5 kilometer tersebut.
Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit, dan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah.*
Laporan : Hendra


