• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Mengenal Sosok Djoni Liem, Orang Tionghoa Pertama Yang Menjadi Pejuang Indonesia

    21/08/20, 21:27 WIB Last Updated 2020-08-21T14:27:35Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    Sersan Mayor (Purn) Marinir, Djoni Liem

    “Di isolasi saya, ya tau sendiri kan di isolasi ya, ditanya siang malam siang malam, kamarnya kecil, lampu siang malam nyala. Ditanya dipukul ditanya ini, saya nama waktu itu nama samaran, ditanya tentara, saya jawab bukan,” kata Djoni Liem.


    TRIBUANANEWS.COM | Jakarta - Kemerdekaan Indonesia bukan lahir dari pemberian penjajah. Bendera merah putih berkibar di angkasa karena perjuangan para pahlawan bangsa yang merebut dari belungu penjajahan. Mereka rela mati demi tumpah darah tanah air Indonesia.

    Para pejuang bangsa berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dengan latar sipil maupun militer bersatu padu melawan tirani penjajah.

    Indonesia memiliki banyak prajurit handal di era awal awal kemerdekaan, salah satunya adalah Djoni Matius atau yang lebih akrab disapa Djoni Liem purnawirawan TNI Angkatan Laut yang pernah ikut dalam Operasi Dwikora.

    Djoni Liem adalah orang Tionghoa pertama yang pada tahun 1957 masuk Korps Komando Angkatan Laut atau yang kini dikenal sebagai Marinir.

    Sersan Mayor Purnawirawan Marinir, Djoni Liem adalah orang Tionghoa, pada tahun 1957 Ia masuk menjadi anggota Korps Komando Angkatan Laut atau kini dikenal sebagai Marinir.

    Djoni Liem merupakan anggota satuan intai Amfibi. Pria kelahiran Bandung 3 April 1934 bernama asli Liem Wong Siu ini merupakan salah satu tokoh dalam Operasi Dwikora.

    “Begitu presiden Bung Karno pada tahun 1964 ganyang Malaysia, saya masuk kesana, tapi saya sudah di Singapur lama, saya dipanggil lagi ke Jakarta lalu dimasukin ke Malaysia, kalau gak salah 35 orang, kalau gak lupa ya. Pulang tinggal 5 orang saya. Jadi, sudah banyak yang gak ada sekarang tinggal satu saya,” jelas Djoni Liem saat diwawancarai TVOne, baru-baru ini.

    Jadi saya, lanjut Djoni, memang disana ditawan di isolasi di hutan 4,5 tahun, di penjara 2,5 tahun.

    “Di isolasi saya, ya tau sendiri kan di isolasi ya, ditanya siang malam siang malam, kamarnya kecil, lampu siang malam nyala. Ditanya dipukul ditanya ini, saya nama waktu itu nama samaran, ditanya tentara, saya jawab bukan,” kata Djoni Liem.

    “Nah saya waktu masuk di Koti di Jakarta di tanya siapa yang berani masuk ke Malaysia, namanya diganti, terus tidak boleh ngaku kesatuan, tidak ada yang berani ngacung, saya yang ngacung, saya yang masuk, saya ditanya, kamu dari mana, saya dari KKO saya bilang,” tegas Djoni mengenang ucapannya kala itu.

    Selain itu, Djoni Liem juga terlibat dalam penugasan tempur dan operasi penumpasan PRRI Permesta operasi penumpasan DITII dan operasi seroja di Timor Timur.

    Sebagai orang Tionghoa ia mengabdikan diri untuk TNI, Djoni memiliki kemampuan khusus yakni menyemburkan senjata jarum beracun yang tidak bisa di deteksi oleh tentara lawan.

    Dalam melakukan penyusupan pada operasi Dwikora ia sempat tertangkap dan ditahan selama 3 tahun di Johor Baru. Ia juga mendapat vonis hukuman mati dalam persidangan militer Internasional.

    Namun Djoni Liem selamat dari hukuman gantung setelah keluarnya perjanjian damai Indonesia – Malaysia pada 28 Mei 1966. Meski menjalani masa purna tugas Djoni Liem hingga saat ini sering diperhatikan sebagai motivator bagi prajurit Marinir.*


    Laporan : Bachtiar
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan