• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    FPII dan Dewan Pers Independen Mengecam Keras Pembunuhan Wartawan Di Mamuju

    21/08/20, 13:49 WIB Last Updated 2020-08-21T18:56:07Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini


    TRIBUANANEWS.COM
    | Jakarta - Ketua Presidium FPII Kasihati, yang juga ketua Dewan Pers Independen menyampaikan rasa keprihatinannya atas peristiwa pembunuhan sadis yang dialami Demas Laira, wartawan media online di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.


    Sebelumnya, korban Demas Leira ditemukan terkapar di pinggir jalan oleh warga Dusun Salubijau, Kecamatan Karosa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat dalam kondisi tak bernyawa, dengan sejumlah luka tusuk di bagian ketiak sebelah kiri dan dada, pada Rabu (19/08/2020).

    "Saya mewakili semua insan Pers yang tergabung di FPII meminta kepada kepolisian, untuk dapat menangkap pembunuh sadis yang telah membunuh saudara kami satu profesi di Mamuju," kata bunda kasihati. 

    Seorang jurnalis professional biasanya memiliki kemampuan untuk melakukan investigasi kasus, sehingga sangat berpotensi untuk bisa membantu pihak kepolisian dalam menelusuri jejak kasus ini melalui karya jurnalistik yang pernah dibuat oleh korban Demas Leira di dua media, Kabar Daerah.com dan  Indometro.id, tempatnya bekerja, sebagaimana ID Card yang dimiliki korban ketika ditemukan polisi saat olah TKP.

    “Forum Pers Independent Indonesia, dan Dewan Pers Independen berharap, jurnalis yang ada di  Mamuju Tengah, termasuk Pimpinan Redaksi di tempat korban bekerja tidak hanya mengecam perbuatan pelaku pembunuhan, tapi segera bertindak mencari semua informasi terkait korban, dengan peristiwa atau kasus yang pernah diliputnya untuk dijadikan bukti petunjuk kepada pihak polisi, agar memudahkan pengungkapan kasus ini dan menangkap pelakunya,” ujarnya. 

    Kasihati juga yakin dengan kemampuan dan kecanggihan intelejen Polri, maka, kasus ini akan bisa segera terungkap sehingga motif pembunuhan bisa ikut terungkap, termasuk dalang dari peristiwa ini.

    Untuk menghindari kasus serupa terjadi kepada wartawan, kasihati menghimbau, agar setiap wartawan yang menulis berita soal kasus yang membongkar penyimpangan oknum tertentu, agar lebih waspada dan tidak beraktifitas di luar rumah sendirian.

    Kasihati juga menghimbau kepada semua Pengurus dan anggota FPII di seluruh Indonesia yang notabene jurnalis, agar selalu waspada, dan selalu berkordinasi dengan teman teman organisasi lain, karena bersatu lebih baik dari pada terpisah pisah.

    "Semoga saudara kita yang telah mendahului kita mendapat tempat yang layak disisi Allah dan Husnul khotimah, sedangkan kita yang ditinggalkan tetap waspada dan berusaha agar pelaku cepat tertangkap dengan bantuan kepolisian setempat," ucap kasihati menutup pembicaraanya dengan muka sedih dan geram,*

    Laporan :Elman/tim

    Sumber  : Presidium FPII
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan