TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Camat Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Tawaruddin, S. Sos bersama Kapolsek setempat Iptu Samsul mediasi perdamaian salah satu keluarga korban positif Covid-19 Desa Serbajadi Erawati (40) atas kesalah fahaman percakapan dengan dr. Edi Hidayat.
Informasi dihimpun media ini, kesalah fahaman tersebut terjadi disebabkan panik akibat keluarga mereka diragukan positif Cprona sebelum mendapatkan hasil uji Swab laboratorium Balitbangkes Provinsi Aceh.
Camat Darul Makmur Tawaruddin, S. Sos mengatakan harus kita fahami dan maklumi kondisi masyarakat Desa Serbajadi terutama keluarga dari salah satu pasien terpapar Covid-19 hingga meninggal dunia membuat mereka panik dan terjadi adu argumen dengan dr. Edi Hidayat pada akhirnya emosional dan hilang kontrol.
"Saya berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua dalam penyelesaian setiap masalah harus dengan tenang. Saya memaklumi kondisi Erawati saat ini, apa lagi berkembang rumor tidak sedap dikalangan masyarakat. Semua ini adalah ujian dari Allah untuk kita semua", kata Camat Tawaruddin kepada media melalui pers rilisnya, Senin 10/8).
Camat meminta kepada semua pihak agar menyikapi persoalan ini dengan bijak demi ter-minimalisir-nya semua permasalahan antara masyarakat dan pihak aparatur pemerintah tetutama dr. Edi Hidayat.
"Saya bersama Kapolsek berharap persoalan ini cukup selesai disini, mari kesampingkan ego sektoral masing-masing pihak. Kami atas nama muspika memaklumi kedua pihak dalam kondisi dilema", jelas Camat Darul Makmur tersebut.
Muspika Darul Makmur menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi musibah ini. Semoga semua ini cepat berakhir dan kembali normal srperti sedia kala.*
Laporan : Sofyan
Editor : Syahrudin AP


