masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Mandailing Natal - Akibat tingginya curah hujan pada Rabu sore (22/7/2020) sekitar pukul 18.30 wib menyebabkan beberapa anak sungai yang ada meluap dan merendam sejumlah pemukiman warga di beberapa desa di daerah Kabupaten Mandailing Natal.
Berdasarkan pantauan Tribuananews di lapangan, akibat derasnya curah hujan bukan saja menyebabkan anak sungai yang meluap dan merendam rumah warga namun parahnya lagi putusnya dua jembatan di Jalan Negara yang menghubungkan antara dua Kecamatan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal tepatnya di Desa Taluk Kecamatan Natal menuju Kecamatan Muara Batang Gadis.
Iswar, warga Desa Sasaran yang kebetulan salah satu korban yang terkena dampak banjir tersebut saat dikonfirmasi mengatakan, "Kalau di sini mulai nampak tanda - tanda sekitar lebih kurang jam 12.00 wib dan mencapai puncaknya air naik sekitar jam 03.10 wib sampai pagi ini dengan ketinggian sekitar kurang lebih satu setengah meter," uangkapnya.
Menurut dia, ada sekitar 15 rumah warga yang terendam banjir. Dan Pemdes setempat juga telah menyiapkan tempat pengungsian masyarakat yang terkena banjir yakni di gedung MDA, namun belum ada bantuan.
Di tempat terpisah, Mashuddin Sekdes Sasaran Kecamatan Natal saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, sejak malam selepas magrib curah hujan cukup tinggi sehingga mengakibatkan anak sungai yang ada di daerah SP 2 meluap dan merendam pemukiman rumah warga di Desa Sasaran sebanyak 16 KK dengan jumlahnya sekitar 62 jiwa.
"Tadi malam di ketahui mulai meluapnya air dan memasuki rumah warga itu sekitar jam 01.30 wib dinihari, dan kami dari aparat desa bergegas untuk membantu mereka dan memindahkan mereka ke tempat pengungsian. Kejadian ini termasuk yang kedua kalinya setelah yang pertama pada tahun 2018 lalu, dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Adapun keluhan kesehatan yang dikeluhkan masyarakat terkena gatal - gatal, dan tercatat satu orang yang sakit demam. Dalam hal ini kami dari pemerintah desa telah menyiapkan posko pengobatan bagi masyarakat yang terdampak banjir," terang Mashuddin.
Ketika di singgung soal bantuan terhadap korban banjir Mashuddin mengatakan, "sampai saat ini bantuan sembako belum ada tapi kami dari pemerintah desa telah melaporkan hal ini kepada Camat Natal," paparnya.
"Dengan adanya kejadian ini dua desa di Kecamatan Natal yang sangat merasakan dampak terparah, yaitu Desa Sasaran dan Desa Taluk, walaupun masih banyak yang lain yang terendam banjir namun tak separah yang mereka rasakan," jelasnya.
Desa lain yang terkena banjir di Kecamatan Natal selain dari Desa Sasaran dan Desa Taluk, seperti Desa Sijantung (Patiluban Mudik), Balimbi, Bondakase, Patiluban Hilir dan Kampung sawah juga terdampak banjir.
Putusnya dua jembatan di Desa Taluk dan di tambah satu jembatan yang telah tumbang pondasinya di terjang banjir anak sungai Aur Taba otomatis transportasi lumpuh total dan menelan kerugian miliaran rupiah terutama beberapa perusahan kelapa sawit yang ada di daerah Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis karena jalan lintas penghubung yang di lalui cuman itu satu - satu nya untuk mengeluarkan minyak CPO.
Sementara itu, Camat Natal Riplan Nasution S.Sos saat dimintai konfirmasi di lokasi kejadian menjelaskan situasi yang terjadi.
"Saat ini kita berada di lokasi banjir yang lebih tepatnya di Desa Sasaran Kecamatan Natal di Kabupaten Mandailing Natal, yang kebetulan mulai tadi malam kita mengalami musibah di Kecamatan Natal, dimana saat ini ada dua desa di Kecamatan Natal yang terkena dampak banjir terparah yaitu desa Sasaran dan desa Taluk," jelas Riplan.
Lanjut Riplan, saat ini ada dua hal yang perlu kita ketahui, dimana sampai saat ini dapat di laporkan kondisi air sudah surut, di daerah Patiluban Hilir dan desa Kampung sawah nanti siang sekitar pukul 14 - 15, posisi air sungai Batang Natal diperkirakan akan meluap naik kepemukiman warga, namun yang paling fatal di desa Taluk diruas jalan negara ada dua jembatan yang telah putus dan satu lagi pondasinya telah tumbang sehingga melumpuhkan transportasi dan ini yang punya tanggung jawab Negara (Pusat) karena ini jalan negara. Sementara di desa Taluk masyarakat yang terkena dampak banjir diperkiraan sekitar 60 Kepala Keluarga.
"Dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, terkait paska banjir yang juga sebelumnya pada tahun 2018 lalu mengenai kondisi jembatan ini sampai kejadian ini kondisinya belum parmanen cuman diperbaiki dengan menggunakan batang kelapa dan masyarakat desa Taluk sangat menyayangkan kinerja dari pada pihak Bina Marga yang ada terkait kondisi jalan negara yang ada di daerah Pantai Baratnya Kabupaten Mandailing natal ini," jelasnya.*
Laporan : Sudirmin Nasution

