masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Ketapang - Pemda Ketapang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) H. Farhan, SE,.M.Si menghadiri panen raya padi Pematang Pilas Desa Sei Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, Kamis (23/7).
Selaku Sekda Ketapang, ia mengucapkan syukur kepada Tuhan dan juga terimakasih kepada para petani Pematang Pilas lantaran tak kendor ikhtiar, tetap bercocok tanam padi varietas Argo Pawan musim tanam Gadu (red: padi tadah hujan), dengan hasil yang memuaskan yaitu 4,1 ton gabah kering, walau di tengah Covid-19 yang mewabah.
Sekda berharap agar Pematang Pilas bisa terus berprestasi, dengan meningkatkan hasil pertaniannya. Dengan kondisi itu maka akan sangat berdampak pada ketahanan pangan dan nilai lebih terhadap para petani itu sendiri.
Sekda berharap agar Pematang Pilas bisa terus berprestasi, dengan meningkatkan hasil pertaniannya. Dengan kondisi itu maka akan sangat berdampak pada ketahanan pangan dan nilai lebih terhadap para petani itu sendiri.
" Kita sudah mendengar, hasil geduannya 4.1 ton gabah kering, nah dari 4.1 ton itu kalau dijadikan beras mungkin ketemu dengan 3 sampai 2 ton, tentu ini akan memberikan kontribusi ketersediaan pangan dikabupaten Ketapang," ucap Sekda.
Lanjut Sekda, Pertanian adalah usaha yang sangat potensial, mengingat makanan pokok bangsa Indonesia adalah beras, yang berararti ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras sangat tinggi. Untuk pememenuhan pangannya, Indonenesia masih membutuhkan beras yang sangat banyak.
“ Pertanian merupakan usaha yang sangat potensial, karena makanan utama orang Indonesia adalah beras, kita masih perlu ketersediaan beras yang cukup," lanjut Sekda.
Sekda berharap, kedepannya kepada Kolompok Tani Pematang Pilas agar melakukan maksimalisasi lahan, memaksimalkan lahan pertanian tadah hujan yang tersedia, menggarap lahan yang belum tergarap.
“ Potensi pematang Pilas berupa lahan pertanian hanya 40 hektar, sedangkan yang telah dimanfaatkan baru 30 hektar, artinya masih sisa 10 hektar. Kedepan saya berharap bisa ditingkatkan, dan bisa menjadi lapangan pekerjaan," harapnya.
Sekda juga meminta kepada Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat Petani Pematang Pilas dalam usaha maksimalasasi lahan tersebut.
“ Saya juga berharap agar secara teknis, Dinas Pertanian agar memberikan masukan-masukan sehingga lahan yang belum tergarap, digarap," imbuhnya.
Untuk meningkatkan hasil pertanian salain tanaman utama, Sekda berharap agar kelompok Tani Pematang Pilas melakukan diskusi-diskusi untuk melakukan tanaman tumpang sari, semisal cabai. Menurut Sekda, cabai sangat tinggi nilai ekonomisnya, utamanya menjelang hari raya.
Diakhir sambutannya Sekda meminta agar intensitas panen, prosentase panen di Pematang Pilas ini ditingkatkan, tidak hanya 1 kali panen, 2 kali panen atau 3 kali panen dalam setahun.
“ Tantangan kita adalah prosentase panen. Dalam setahun, 3 kali panen saja, 2 kali panen atau 1 kali panen dalam setahun. Kita perlu tingkatkan," ujarnya.
Selain itu, Sekda memberikan apresiasi tinggi kepada PPL pertanian yang telah berkontribusi nyata terhadap peningkatan hasil pertanian masyarakat petani Pematang Pilas. Dilanjutkan dengan memberikan bantuan secara simbolis bibit padi varietas Argo Pawan kepada ketua kelompok tani.
“ Saya memberikan apresiasi dan terima kasih pada PPL petani karena mereka adalah pahlawan dalam pertanian," tegasnya.
Tak ketinggalan, Sekda mengigatkan tentang tatanan hidup baru (new normal), berpola hidup sehat di tengah Covid-19 yang masih belum berakhir. Menurutnya banyaknya yang sembuh tidak lantans menjadikan kita beruforia, sehingga lupa dengan protokol kesehatan.
Dalam acara, Sekda Kabupaten Ketapang H. Farhan, SE.,M.Si, mewakili Bupati Ketapang Martin Rantan, SH.,M.Sos, didampingi oleh Assisten Sekda bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Kadis Pertanian Peternakan, dan Perkebunan, para Kabag, di lingkungan Setda dan seluruh stakeholder di wilayah Kecamatan Muara Pawan.*
Editor : Erwin
Sumber : Humpro
Sumber : Humpro

