• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menkopolhukam Dan Mendagri Lakukan Kunjungan Kerja Di Sumut

    03/07/20, 10:27 WIB Last Updated 2020-07-03T03:28:57Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini


    TRIBUANANEWS.COM | Medan - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara pada Kamis (02/07/2020). 

    Kedatangan dua menteri ini dalam rangka koordinasi kesiapan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 di Wilayah Sumut.

    Dalam giat ini, turut hadir Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si., unsur Forkopimda Sumut dan sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

    Dalam acara silaturahim bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat Sumut di Grand Aston City Hall Medan pada Kamis malam berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada serentak Desember mendatang. 


    Dalam sambutannya Tito meminta, agar Pemerintah Sumatera Utara menjadikan pilkada ini sebagai peluang untuk menekan penyebaran Covid-19. 

    "Untuk Sumatera Utara, ada 22 dari 33 Kabupaten/Kota yang melaksanakan pilkada. Harapan kami kepada tokoh masyarakat, mungkin ada kekhawatiran dari kita bahwa pilkada ini akan menjadi media penyebaran Covid-19. Kita jadikan tantangan ini menjadi peluang, untuk menekan penyebaran COVID-19," ucap Tito Karnavian. 

    Mendagri juga mengatakan, salah satu cara untuk menghilangkan kekhawatiran tersebut, maka, isu Covid-19 ini harus dijadikan sebagai isu central, yaitu dengan mengangkat isu Covid-19 sebagai isu paling utama dalam Pilkada.

    Selain itu Tito juga meminta, agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat mengelola pilkada serentak ini dengan baik, dan menjadikan Sumut lebih hijau dan aman dari Covid-19. Dengan bekerja sama, mulai dari unsur pemerintah sampai TNI dan Polri.

    "Semoga Sumut lebih aman dan hijau dari Covid-19, dan agenda politik untuk menemukan kepala daerah yang efekif bisa menangani Covid ini memiliki legitimasi yang kuat, karena memang dipilih oleh rakyatnya," ujarnya.*

    Laporan : Hendra
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan