masukkan iklan disini
Ketua SBPP PT. BSM
"Kita akan mencoba melaporkan ke pihak kepolisian, menurut kami ini tindakan penipuan, sebab karyawan sudah dipotong iuran nya namun pihak BSM tidak menyetorkan nya," kata Mahyaman.
TRIBUANANEWS.COM | Ketapang - PT. BSM New Material sudah tiga bulan menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan, hal ini membuat sebagian karyawan menjadi resah, pasalnya sebagian karyawan yang sudah diputuskontrak tidak bisa mencairkan uang mereka di BPJS ketenagakerjaan.
Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Pengurus Komisariat Serikat Buruh Patriot Pancasila ( SBPP ) Mahyaman, dalam hal penunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan, ia meminta kepada perusahaan untuk segera membayarkan iuran tersebut.
"Sudah tiga bulan PT.BSM belum setorkan iuran karyawan ke BPJS ketenagakerjaan, hal ini membuat pekerja menjadi resah, apa lagi yang sudah diputuskontrak, mereka tidak bisa mencairkan uang mereka di BPJS," ungkap nya, Senin (15/6).
Selain itu, ia menjelaskan, bisa saja ranah ini kita laporkan kepihak yang berwajib, agar menjadi efek jera bagi PT. BSM.
"Kita akan mencoba melaporkan ke pihak kepolisian, menurut kami ini tindakan penipuan, sebab karyawan sudah dipotong iuran nya namun pihak BSM tidak menyetorkan nya," kata Mahyaman.
Saat dikonfirmasi, Pihak BPJS Ketenagakerjaan juga membenarkan bahwa memang PT.BSM belum membayarkan iuran karyawan nya kepada BPJS Ketenagakerjaan selama tiga bulan.
"Terakhir bulan Februari tahun 2020 pembayaran nya, jadi sampai saat ini sudah tiga bulan.
Selain itu, pihak nya juga sudah melayangkan surat penagihan kepada PT.BSM.
"Kita juga sudah dua kali menyurati dengan Surat Penagihan Iuran (SPI)," jelas Ardian selaku Akun Representatif (AR) BPJS Ketenagakerjaan Ketapang.
Marsel, selaku HRD PT. BSM juga turut membenarkan bahwa memang sampai saat ini belum menyetorkan iuran karaywan. Ia juga merinci tunggakan apa saja oleh PT. BSM.
"Benar, tidak perlu saya tutupi, bahkan saya sudah menjelaskan kepada kalian tunggakan-tunggakan perusahaan ( tunggakan BPJS TK & KES, tunggakan PLN, tunggakan dengan vendor-vendor bahan baku/material), dan itu juga alasan perusahaan tidak berani memperpanjang kontrak, karena kalau kontrak sudah berakhir diperpanjang, tentu tenaga kerja banyak, uang darimana untuk bayar gajinya, wong tunggakan sudah banyak kok," jelas Marcel melalui pesan WhatsApp.*
Editor : Erwin

