masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Banggai - Bupati Banggai Dr. Ir. H. Herwin Yatim, MM dan Wakil Bupati Banggai Drs. H. Mustar Labolo, M.Pd.i memonitoring dan memantau langsung kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di 4 Desa Kecamatan Pagimana, yaitu Desa Toipan, Desa Sinampangnyo, Desa Balai Gondi dan Desa Jaya Bakti.
Bupati Banggai beserta Wakil Bupati pada kesempatan ini di dampingi oleh Kadis PMD, Amin Jumail, Kadis Pendidikan Nur Djalal bersama Staf, Kabag Prokopim Ferry R Ledder bersama Staf, dan Camat Pagimana bersama jajarannya.
Kegiatan monitoring dan pemantauan penyaluran BLT 4 Desa ini dilaksanakan di Balai Pertemuan masing-masing desa.
Adapun monitoring dan pemantauan penyaluran Bantuan Langsung Tunai di Kec. Pagimana ini di awali di Desa Toipan, sebanyak 21 KK penerima PKH, 21 KK penerima Bantuan Sosial Tunai (BST), 56 KK penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), 16 KK penerima Bansos.
Selanjutnya Bupati mengunjungi untuk memantau penyaluran Bantuan Langsung Tunai di Desa Sinampangnyo, sebanyak 17 KK penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan 20 KK penerima Bantuan Sosial Tunai (BST).
Setelah Desa Sinampangnyo Bupati dan Wakil Bupati mengunjungi penyaluran bantuan Desa Balai Gondi, sebanyak 26 KK penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), 16 KK penerima (PKH), 20 KK penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan 16 KK penerima Bansos.
Dan pada akhir kunjungannya Bupati dan Wakil Bupati juga menyempatkan memonitoring penyaluran bantuan di Desa Jayabakti. Sebanyak 291 KK penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), 92 KK penerima Bantuan Sosial Tunai (BST), 313 KK penerima Bantuan Kemensos, dan 300 KK penerima Bantuan Sembako.
Bupati Banggai Dr. Ir. H. Herwin Yatim, MM dalam kunjungan monitoring penyaluran BLT ke 4 Desa tersebut menjelaskan, terkait penyebaran wabah Covid-19 di dunia.
100 tahun lalu tepatnya tahun 1918 sampai dengan 1920 di Eropa dikenal wabah Flu Spanyol yang melanda dunia menyebabkan kurang lebih 500 Juta orang terinfeksi virus dan menyebabkan kurang lebih 50 juta orang meninggal dunia.
Sama halnya dengan wabah yang kita hadapi sekarang ini yaitu Covid-19, sampai saat ini di seluruh dunia telah mencapai 5.8 juta orang terinfeksi virus ini, yang menyebabkan kurang lebih 357 ribu orang meninggal dunia.
Sementara di Indonesia telah ada kurang lebih 24 ribu orang terinfeksi virus Covid-19 yang menyebabkan kurang lebih 1500 orang meninggal dunia.
Dan Kabupaten Banggai sendiri telah ada 4 orang terkonfirmasi positif Covid-19, oleh karena itu untuk menekan jumlah penyebaran Covid-19 ini khususnya di Banggai sendiri telah ada edaran pemerintah untuk mentaati protokoler kesehatan terkait Covid-19.
Diantaranya apabila beraktivitas di luar rumah agar selalu memakai masker, selalu mencuci tangan, berprilaku hidup bersih. Ada Pinasa pia na sampah ala, lihat sampah ambil, selalu meningkatkan imunitas tubuh, sering berolahraga dan lain sebagainya.
Pinasa mungkin dulunya adalah hal yang biasa, akan tetapi saat ini di moment Covid-19 Pinasa juga menjadi salah satu cara untuk menghindari penularan virus tersebut.
Selanjutnya Bupati Banggai menambahkan bahwa Bantuan Langsung Tunai dan beberapa bantuan dari pemerintah lainnya jangan di gunakan untuk hal hal yang tidak bermanfaat. Gunakanlah bantuan tersebut untuk hal hal yang produktif, membeli bibit ayam misalnya, bibit ikan, dan lain-lain.
Kemudian di pelihara sehingga kedepan bisa menghasilkan dan dapat menjadi nilai tambah bagi bapak ibu dalam situasi sulit saat ini.
Dalam kesempatan lain, Wakil Bupati Banggai Drs. H. Mustar Labolo, M.Pd.I menyampaikan bahwa kedepan kita akan memasuki New Normal Life yaitu kehidupan normal yang baru. Era ini adalah skenario pemerintah untuk mempercepat penanganan Covid-19, dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi.*
Laporan : Yudi
Editor : Bachtiar
Sumber : Pemkab Banggai

