masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Tangerang - Pemerintah Desa Talagasari Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang, yang dimulai dari RT, RW, Jaro dan para relawan Gugus Tugas Covid- 19 tak bosan - bosannya memberikan himbauan terhadap warga agar mematuhi dan melaksanakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta himbauan baik dari pemerintah maupun dari kepolisian terutama dalam setiap aktivitas harus menggunakan masker, jangan berkerumun, jaga jarak 2 meter, selalu cuci tangan pake sabun, selalu berjemur di pagi hari dan jangan mudik. Agar bisa memutus mata rantai Penyebaran virus Corona (Covid-19), Rabu (29/4/2020).
Foto : H. Subarno
H. Subarno Singa Wijaya Kepala Desa Talagasari yang lebih akrab di sapa H. Nano memaparkan kepada Wartawan Tribuananews.com dan Postdesa.com, "Saya pribadi dengan tidak bosan - bosannya selalu memberikan himbauan dan instruksi baik kepada ketua RT, RW, para relawan Gugus Tugas Covid-19 dan Jaro atau langsung kepada warga Talagasari agar selalu mematuhi himbauan dan instruksi baik dari pemerintah maupun dari kepolisian agar para warga yang berada di wilayah Talagasari bisa memutus mata rantai penyebaran dari Virus Corona ini".
"Sampai saat ini, Alhamdulillah warga Desa Talagasari sudah timbul kesadaran untuk mematuhi dan menjalankan pemberlakuan PSBB dan hampir 95% para warga sudah menggunakan masker dan tidak berkerumun, Ini berkat kerjasama seluruh para perangkat Desa dan para relawan Gugus Tugas Covid-19, untuk itu saya ucapkan terimakasih kepada para petugas yang sudah menjalankan tugas nya dengan penuh tanggung jawab," ujar H. Nano.
Berdasarkan pantauan wartawan Postdesa.com, ada beberapa gang di setiap RT, terutama di malam hari yang selalu di jaga oleh para relawan Gugus Tugas Covid-19, untuk memberikan himbauan kepada para warga yang keluar masuk agar selalu memakai masker dan ketika mau masuk ke wilayah Desa Talagasari diwajibkan cuci tangan pakai sabun yang sudah disediakan.
"Semoga dengan timbulnya kesadaran warga begitu bahayanya virus Corona ini sehingga para warga bisa menjalan kan setiap himbauan baik dari pemerintah maupun dari kepolisian, sehingga bisa memutuskan mata rantai penyebaran Virus Corona ini," tutup H. Nano.* (Hbi)


