• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sejumlah Warga di Sekitar Pertokoan Jompo , Khawatir Terjadi Ambruk Susulan

    admin
    04/03/20, 18:06 WIB Last Updated 2020-03-04T11:06:30Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Jember - Peristiwa ambruknya pertokoan Jompo, awal pekan ini, menyisakan kekhawatiran bagi sebagian orang. Meraka takut bakal terjadi insiden susulan yang menyebabkan bangunan toko lain ikut ambruk. Karena, pasca kejadian itu, muncul retakan baru yang dicemaskan akan menjadi penyebab ambruknya kembali bangunan yang berada di jalan Sultan Agung tersebut.

    Kepanikan terjadinya ambruk susulan sempat melanda sejumblah pekerja toko. Bahkan, ada salah seorang pekerja yang sampai nekat terjun dari lantai dua. Pria 40 tahun yang diketahui bernama Rusdi itu tak pikir dua kali. Begitu warga asal Desa Gumukmas Kecamatan Gumukmas ini mendengar teriakan" ruko Jompo mau ambruk", dia langsung melompat. Di saat bersamaan, beberapa pekerja di dalam toko elektronik juga semburat keluar ruko.

    Insiden ini terjadi kemarin (3-3-2020),sekitar pukul 12.30. Saat itu, Rusdi tengah membongkar papan reklame di lantai dua. Rusdi bekerja bersama dua temannya Raehan,45, dan Ervan, Keduanya warga Lengkong, Kecamatan Mumbulsari. Lokasi berada di samping toko elektronik Nasional.

    Tiba- tiba, keramik dilantai toko elektronik itu retak hingga membuat para pekerjanya berlari meninggalkan ruko." Tiba-tiba, pak Rusdi yang sedang membuka papan notaris berteriak ruko mau roboh dan langsung melompat," ujar Raehan, yang kemudian menjelaskan, saat itu juga terdengar retakan pada bangunan ruko Jompo." Suaranya keras ,kretek, krek, gitu!" imbuhnya

    Beberapa saat kemudian, warga memastikan sumber suara retakan yang cukup keras tersebut. Rudi, Rehan, dan sejumlah warga lain langsung mengetahui bahwa keramik di toko elektronik retak. Bahkan, ada yang sampai terlepas dari lantai. Retakan bangunan juga terjadi di tembok hingga di lantai dua toko elektronik itu.

    Rupanya, retaknya keramik dan bangunan tersebut diketahui akibat ada aliran air Kali Jompo yang membesar. Banjir kiriman dari Perkebunan Kalijompo membuat bangunan retak, karena fondasi belakang bangunan juga hanya yang menggantung di atas sungai.

    Peristiwa yang didengar oleh banyak orang dari bangunan pertokoan Jompo tersebut, kontan, membuat sejumblah sopir di depan toko ikut bingung. Para sopir berusaha memindahkan kendaraan mereka karena khawatir bakal terjadi petaka susulan. Sebab, ada sekitar 22 ruko yang berada dikawasan itu. Mereka takut sebelum dibongkar bangunan itu roboh terlebih dahulu seperti sembilan ruko di sisi timur.

    Kekhawatiran warga terhadap ambruknya bangunan bukan tampa alasan . Selain retakan yang membuat sejumblah pekerja semburat dan panik, kondisi 22 bangunan ruko juga sudah terlihat miring. Bila tak segera dirobohkan, bisa saja akan terjadi kondisi serupa, seperti deretan sembilan ruko tersebut.

    Layak tidaknya bangunan juga sudah di sorot lama oleh banyak pihak. Bahkan, retakan jalan, Jembatan, dan pertokoan Jompo sudah direkomendasi oleh Kementrian PUPR agar ditangani secara permanen. Tapi rekomendasi itu tak segera di eksekusi sampai sebagian bangunan ambruk.

    Rekomendasi Direktorat Jenderal PU  Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional ( BBPJN)VIII Jawa Timur tertanggal 4 Oktober 2019 lalu, telah jelas menyebut jalan dan jembatan retak harus ditangani permanen. Keberadaan bangunan Jompo dengan kondisi fondasi belakang yang menggantung di atas sungai juga harus dibongkar. Sayangnya,  eksekusi pembongkaran belum memiliki metode sampai bangunan ambruk.

    Gunenur Jawa Timur Indar Parawansa yang meninjau lokasi langsung mengakui adanya pembahasan pembongkaran sejak oktober 2019 lalu. Hak itu karena kondisi bangunan memiliki struktur yang tidak bisa dipertahankan lagi. Sebagian tiang fondasi belakang ruko menggantung di atas sungai.

    " Sudah ada beberapa rapat sejak Oktober 2019. Yang memang harus dibongkar. Karena tampak sekali pengeroposan di bawah ( bangunan,red)", tegas Khofifah, dini hari kemarin.(Bagus)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan