masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Bogor - Ade Yasin Bupati Kabupaten Bogor mengatakan telah memanggil beberapa Dinas yang terkait di Kabupaten Bogor, berkaitan dengan masalah Virus Corona, yang sedang memang ramai dan harus juga di sikapi secara cepat.
Ade Yasin menjelaskan bahwa saat ini, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak hanya menghindari, tetapi juga harus memerangi, sebab katanya kalau hanya menghindari, nantinya juga akan agak kesulitan.
Menurut Ade Yasin, memerangi yang dimaksud adalah, tetap melakukan kegiatan namun kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa agar dikurangi.
"Jadi kegiatan kantor, kegiatan rapat-rapat, akan tetap dilaksanakan, karena ini sudah di program, namun bagaimana caranya, kita harus lakukan sesuai dengan prosedur yaitu mendeteksi suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer, sehingga itu nantinya akan kita lakukan di setiap kantor-kantor," imbuhnya.
Ade Yasin juga menegaskan, bahwa untuk pelayanan di masyarakat tetap berjalan, termaksud pelayanan KTP, pelayanan pos yandu, puskesmas dan lain sebagainya.
"Jadi kita juga harus tetap siaga, seperti pos yandu tetap kita siagakan, apalagi kawasan di Kabupaten Bogor, inikan medannya berbeda dengan kota-kota lain, misalnya ada kampung yang jauh dari puskesmas, sehingga kita tetap siagakan pos yandu, sehingga bila ada permasalahan, nantinya bisa cepat terdeteksi, dan begitu juga untuk pembersihan tetap akan dilakukan,"ungkapnya.
Mengenai libur sekolah, Ade Yasin mengatakan, akan melakukan sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat, dimana Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui Dinas Pendidikan, bahwa mulai tanggal 16 Maret sampai dengan 28 Maret 2020, pendidikan tingkat dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK, akan di liburkan secara serentak, namun Ade Yasin meminta kepada semua para guru, agar anak-anak muridnya di berikan bahan pelajaran (PR), yang cukup banyak agar supaya mereka tidak kemana-mana dan tetap belajar di rumah, dan untuk para guru sendiri, diharapkan agar tetap hadir dan datang ke sekolah, untuk bertugas piket dan sekaligus dapat melakukan bersih-bersih di sekolah.
"Jadi untuk guru-gurunya sendiri, saya tugaskan untuk piket di sekolah, sekaligus juga membersihkan sekolah, jadi nanti ketika anak murid-muridnya sudah masuk lagi ke sekolah, sudah dalam kondisi lebih baik dan lebih bersih", tegasnya.
Disamping itu, Ade Yasin juga meminta tempat-tempat umum lainnya seperti musholah, terminal dll, agar dilakukan juga penyemprotan dan pembersihan, karena saat ini bukan hanya Virus Corona yang sedang menghantui kita, tetapi ada juga DBD, ada Chikungunya, ini semua juga harus terintegrasi.
"Jadi kita jangan hanya terfokus ke satu masalah saja, tapi semua penyakit yang kecendrungannya penyakit menular, ini harus kita sikapi dengan cepat", pintanya.
Sementara untuk wisata sendiri, Ade Yasin beranggapan, karena masyarakat banyak yang berusaha di bidang wisata, seperti para pedagang dan juga para pelaku usaha, dimana hari ini mereka harus jualan, dan hari ini juga harus dapat uang dan makan, jadi kalau di tutup secara keseluruhan, ini bisa akan mematikan usaha-usaha mereka.
"Sekarang siapa yang tanggung jawab, ketika mereka tidak makan, makanya kami lakukan semilock, artinya semilock masih kita perbolehkan wisatawan-wisatawan yang datang dari lokal, tetapi ketika wisata asing, ini harus ada pengawasan khusus,"ucapnya.
Untuk itu, Ade Yasin menjelaskan " kalau nantinya wisatawan asing atau orang yang di indikasikan datang dari luar, maka tidak akan di perlakukan sama dengan wisata-wisata yang datang dari daerah, karena menurutnya, kalau saja di tutup semua, nanti di khawatir kan ekonomi kita bisa mati, apalagi masalah virus Corona ini, jangkanya juga masih panjang, dan belum tahu sampai kapan ," ujarnya.
" Kalau saya tutup sampai semua, sama saja kita mematikan usaha orang lain, jadi kita harus pilah-pilah dulu,"sebutnya(Hotma Lingga.T)


