masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Sungai Penuh - Mencermati Pekerjaan Preserfasi Jalan Sungai Penuh – Siulak Deras /Leter W - BTS. Provinsi Sumbar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada Satuan Kerja Pelaksanaan diruas Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jambi, Yang didani dari APBN Tahun Anggaran 2020.
Dan ini hampir setiap tahun nya Dana perbaikan jalan selalu dianggarkan oleh pemerintah Pusat, akan tetapi kenyataanya, ruas Jalan yang menjadi penghubung Kabupaten Kerinci dengan Sumatra Barat ini tidak kunjung baik, malah semakin parah saja.
Kondisi jalan bergelombang dan bisa mempercepat kerusakan dalam waktu singkat tidak sampai satu tahun anggaran umurnya.
Keadaan ini disampaikan oleh Doni Antonius Ketua LSM Respect kepada Tribuanananews Selasa 10/3/2020.
Aktivis Pengamat Pembangunan ini juga mengatakan “secara pribadi, saya sangat prihatin terhadap Pelaksanaan Pekerjaan Jalan Nasional yang ada di kabupaten kerinci dan sungai penuh, pasalnya pekerjaan yang terlaksana asal jadi, bahkan tidak lagi mengacu pada Kaidah Teknis yang benar sebagaimana ketentuan untuk sebuah pekerjaan jalan.
Mulai persiapan pelaksanaan di lapangan, seperti tidak terpasangnya Papan nama Proyek yang berguna untuk Masyarakat agar mengetahui apa jenis pekerjaan, nilai dana, sumber dana serta Nama Perusahaan yang melaksanakan, termasuk tidak adanya terpasang Papan Peringatan untuk Pengguna Jalan, yang berguna sebagai Informasi bagi pengendara yang menggunakan jalan yang sedang diperbaiki, termasuk Bendera sebagai Media Informasi untuk mengurai lalu lintas,"Ungkap Doni
Berdasarkan informasi yang disampaikan Doni, media ini beserta Tim, turun ke lokasi pekerjaan sungai penuh-siulak ( 10/3 ) leter W guna mengkroscek kebenaran, ternyata apa yang dikhawatirkan nya terbukti, di lapangan terlihat antrian kendaraan terganggu akibat pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
Saat ditemui salah seorang para pekerja, awak media mempertanyakan, mana pengawas, dengan spontan mereka menjawab " tidak ada, kami tidak pernah melihat pengawas datang kesini,mungkin masih di jambi," paparnya.
Di Ruangan kantor Forum LSM dan Media liputan Kerinci di Siulak, Doni kembali mengatakan, dihadapan Awak Media dan LSM, dalam pelaksanaan pekerjaan jalan sungai penuh – leter W terdapat beberapa item pekerjaan baik Minor maupun Mayor yang mutlak dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang tertuang dalam rencana kerja, kenyataanya pekerjaan yang terlaksana asal jadi, terlihat dari penggunaan material basah, serta pemadatan yang dilaksanakan tidak tahap demi tahap akan tetapi dilaksanakan sekaligus sehingga perkerasan struktur badan jalan dipaksakan,yang dapat berakibat terjadinya rongga pada bagian dalam perkerasan nantinya.
"Jelas disini kami mempertanyakan apakah dalam pekerjaan ini, tidak ada pengawas demikian dengan konsultan pengawas yang telah dipercayakan oleh negara," tambahnya
Dan saya sangat berharap pada LSM untuk terus memantau dan kepada pihak Balai Peningkatan Jalan Nasional Wilayah II provinsi jambi, agar lebih ekstra tegas terhadap bawahan, mulai dari SATKER, PPK , Konsultan Pengawas beserta Rekanan/Kontraktor, dalam melaksanakan pekerjaan untuk Profesional, dan serta menjaga mutu Kualitas Pekerjaan untuk terciptanya pembangunan yang berkualitas, sehingga terhindarnya dari perbuatan penghamburan uang Negara," Ujarnya. (Tim/Toni)


