• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Wapres Ma'ruf Amin melepaskan Bedug Tanda KUII VII Tahun 2020 di Bangka Belitung Resmi Dibuka

    admin
    27/02/20, 08:34 WIB Last Updated 2020-02-27T01:34:58Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Pangkalan Baru - Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma'ruf Amin membuka secara resmi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII 2020, di Ballroom Hotel Novotel, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (26/2/2020) malam .

    Pembukaan KUII VII yang berlangsung pada tanggal 26 - 29 Februari 2020 dengan tema “Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia Dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil dan Beradab” dan dihadiri Wury Ma'ruf Amin, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan, 
    Pimpinan MUI se-Indonesia, Pimpinan dan Pimpinan Ulama serta tokoh agama Islam, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Forkopimda Bangka Belitung, Ketua TP PKK Provinsi Bangka Belitung, Melati Erzaldi, Pejabat di kantor pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan terkait itu, ditandai dengan Pemukulan Bedug oleh Wapres .

    Dalam sambutannya, Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan, Kongres ini dilaksanakan untuk membahas nasib Umat Islam secara langsung luas .

    "Kita bersyukur, MUI sebagai pemegang mandat untuk menyelenggarakan KUII ke-VII di Bangka Belitung. Karena MUI adalah representasi dari ormas-ormas Islam. Karena KUII ke-V, MUI dimandatkan untuk menjadi pendamping KUII," ungkap Ma'ruf Amin .

    Wapres Ma'ruf menjelaskan, penyelenggaraan KUII dilaksanakan dalam waktu lima tahun sekali, sedangkan beberapa kegiatan kongres tidak diselenggarakan langsung oleh MUI. "KUII dimulai sebelum keberadaan MUI, jadi menyambung saja. Supaya umat Islam terus bisa bermusyawarah, bermuwajahah, berdiskusi, untuk memahami nasibnya," ujar Ma'ruf .

    Kata Ma'ruf, MUI dianggap sebagai imamah umat Islam, karena waktu itu orang mau bicara, orang Islam harus ada imamnya. Namun, secara syakhsiyah belum ada yang mampu, padahal harus ada imamnya. Oleh karena itu diputuskanlah imamahnya tidak persorangan, tetapi imamahnya adalah institusionaliah. Institusi mana yang paling layak menjadi imamah, maka disepakati yang paling tepat adalah MUI. Karena MUI adalah representasi ormas Islam .

    Lebih jauh Ma'ruf menjelaskan, salah satu tugas umat kembali ke khairu ummah. Saat Rasul membangun umat dari tempo yang sangat singkat, hanya dalam waktu 23 tahun sudah bisa membangun umat ini menjadi khairu ummat .

    "Seperti dinyatakan dalam Alquran, 'Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia'. Predikat ini sudah lama hilang daripada tercabik-cabik. Lebih lanjut di timur, sesama umat Islam bertempur bersama, bukan tawadhu, tarahum, tafahum. satu dengan yang lain, saling mencintai, saling menyukai seperti tubuh yang satu, yang hilang semua. yang sekarang saling saling membenci, saling memusuhi, bahkan saling membunuh, "ujar Wapres .

    Karena itu, lanjut Ma'ruf, bagaimana membangun kembali umat melalui program yang jelas untuk menguatkan umat. Mendapatkan umat kembali predikat khairu ummah. "Indonesia yang paling banyak umat pendidiknya, datang yang diharapkan menjadi bangsa, yang memulai untuk terbangunnya khairu ummah," terangnya .

    Menurut Ma'ruf, Umat Islam memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan arah bangsa ini sesuai kesepakatan nasional yang tertuang dalam Pancasila. Tidak boleh kita membangun negara yang tidak sesuai dengan NKRI .

    Harus dicarikan solusi, kata Ma'ruf, atas berbagai masalah yang berkaitan dengan umat, bangsa, dan negara serta mampu menghasilkan pembangunan nasional dan mampu menghasilkan umat Islam terbaik (khairu ummah) menggunakan
    lima sumber, yaitu ekonomi, hukum, politik, pendidikan dan pertanian, Kehidupan bernegara serta membawa Islam rahmatan lil 'alamin .

    "KUII ini, perlu didukung agar menggerakkan kepemimpinan dan perlindungan dari para pekerja, efektifkan pemerintah. Janganlah kita menggunakan untuk meraih, perlu. Bagaimana kita membangun umat ini untuk mendapatkan kepercayaan, kepercayaan, agar kita perlu perlu, telah disediakan sesuai harapan kita mampu, kita bisa. Ini saya kira hal yang paling penting, "ungkap Ma'ruf .

    Di tempat yang sama, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, menerima ucapan selamat datang, datang ke seluruh peserta, KUII di Bangka Belitung .

    "Saya mewakili segenap masyarakat Bangka Belitung menyambut dengan senang hati dan penuh senang, karena Provinsi Bangka Belitung hari ini melayani lebih banyak para ulama. Mudah-senang keberkahan Bangka Belitung membantu masyarakat ini," ucap Erzaldi .

    Hari ini, menyetujui Erzaldi, ulama dan umara memiliki tugas dan tanggung jawab yang diberikan Allah SWT. 
    "Penduduk Bangka Belitung melibatkan agama Islam yaitu 89,41 persen beragama Islam. Namun keberagaman agama juga ada di Bangka Belitung. Sampai saat ini, masyarakat Bangka Belitung memiliki semangat yang lebih tinggi dalam pergaulan beragama," tegas Erzaldi .

    Ditekankan Erzaldi, tidak ada sekat antara Muslim dengan pemeluk agama lain. Satu hal yang menjadi nilai lebih dari yang seharusnya Bangka Belitung dari sekarang .

    Dalam bidang pendidikan dan budaya, ditambahkan Gubernur Erzaldi, saat ini banyak pengembangan Pendidikan berbasis pesantren dan tahfidz untuk generasi penerus Bangka Belitung .

    "Provinsi Bangka Belitung mulai hari ini terus memajukan, dan kami membuatkan kebijakan ekonomi halal dalam mengembangkan ekonomi umat Islam yang mengedepankan ekonomi halal di Bangka Belitung," jelas Erzaldi .

    "Jangan kita menghabiskan energi untuk mengatur perbedaan, namun demikian urusan yang sangat penting adalah bagaimana Islam menampilkan penguasaan ekonomi di rumah itu sendiri. Untuk itu, pada kongres ini kita berharap khusus pada para ulama, mari kita bersama-sama kita memajukan masyarakat, mari kita bersama -sama memajukan ekonomi kita, ekonomi eksklusif halal di bumi Indonesia ini, "ajak Erzaldi .

    Naif rasanya, sambung Erzaldi, kompilasi negara memenuhi Islam, namun persentase halalnya, Indonesia tidak masuk dalam rangking 10 besar. "Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Semoga umat yang hadir di sini mengeluarkan deklarasi bersama-sama memajukan ekonomi Islam Indonesia," tutup Erzaldi . *(HumasProv /Noviyandi )
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan