• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Korban Bullying di Kerinci Anak Dibawah Umur, Peksos Anak Dampingi Korban

    admin
    13/02/20, 15:11 WIB Last Updated 2020-02-13T08:11:28Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Kerinci- 
    Kasus bullying atau penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci Jambi memasuki babak baru. Pasalnya setelah viral Video bully di laman media sosial facebook yang mendapat berbagai macam komentar dari netizen menginginkan agar pelaku segera diproses hukum, Minggu(02/02/2020). Menurut keterangan korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan di tindak lanjuti oleh unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Kerinci. Dikarenakan korban FD (14 Tahun) yang menjadi korban melaporkan pelaku LS (16 Tahun) semuanya anak dibawah umur .

    Menurut Pekerja Sosial Anak (Peksos anak) pihaknya telah menemui korban di rumahya. sesuai tupoksi Peksos, korban FD dibawah umur maka perlu pendampingan. Kementerian Sosial melalui Peksos Anak akan memberikan pendampingan kepada Korban yang merupakan warga sungai langkap Kecamatan Siulak mukai Kabupaten Kerinci. tugas peksos adalah melakukan pendampingan psikososial dimana melakukan pengamatan dan mewawancarai korban untuk mengetahui apakah korban mengalami trauma serius. Selanjutnya hal apa yang dibutuhkan korban seperti pendampingan selama proses hukum di pihak kepolisian atau untuk tindak lanjut apakah dibutuhkan peran Psikolog yang akan dirujuk ke Panti Asuhan Anak Alyatama Jambi . 

    Ollan Riza mengatakan Kemensos melalui Satuan Bhakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) mendampingi FD bersama Dinas Sosial Kab. Kerinci melalui Kasi Rehabilitasi Sosial Anak mendatangi pihak keluarga dan Sekolah pada Senin (10/02/2020).

    " Kami melihat ada hal yang harus kami tangani. Korban sendiri mungkin merasa trauma, ketakutan dan sebagainya. Itu juga berat bagi korban dan pasti akan berpengaruh secara psikologis untuk dirinya maupun secara sosial terkait dengan bagaimana dia kembali pada lingkungan teman, lingkungan sekolah, keluarga," katanya.

    "Karena ini kejadian yang sangat memprihatinkan dan meresahkan bagi orang tua lainnya jadi harus kita berikan contoh bahwa kita akan ubah perilakunya agar hal ini tidak terjadi di tempat lain. Yang penting bagaimana kita bisa mencegah kejadian ini terulang di tempat-tempat lain,"katanya (Harry)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan