masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM |Namlea - Wisudah Al-qur’an atau sering disebut juga khatmil Qur’an, pada umumnya sering diadakan oleh santri-santri remaja bahkan yg belum remaja (anak-anak) yang sudah mampu membaca, dan menghafal Al-Qur’an dengan memperhatikan makhraj’ hurufnya dengan baik dan benar, sehingga tak keliru dan salah dalam membaca Kalam ALLAH SWT tersebut, namun Al-Qur’an tak pernah mengatur mengenai pembacanya, siapapun yg mengaku muslim sudah sepatutnya menguasai Al-Qur’an dan membacanya dengan baik dan benar kemudian perlu juga untuk di amalkan dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Pemerintah kabupaten Buru sudah lama memperkenalkan dan merealisasikan Gerakan Bupolo magrib mengaji (Gelora) hal ini sudah sepatutnya diapresiasi oleh seluruh masyarakat kabupaten buru, untuk menjadi penunjang agar bisa memperbaiki dan mempelajari Al-Qur’an dengan baik. Minggu 2/2, Majelis ta’lim Khairunisa Desa Lamahang Kec. Waplau Kab. Buru mengadakan wisudah Al-Qur’an bagi ibu-ibu yang kebanyakan sudah lanjut usia (Lansia) yang bertempat di Desa Lamahang Kecamatan Waplau, hal ini sedikit menarik dan juga memotivasi para ibu-ibu yg sebaiknya tak perlu malu untuk mempelajari Al-Qur’an hingga mengahatamkan Al-Qur’an, sisi menariknya adalah pada umumnya yg biasa membuat acara khatmil Al-Qur’an adalah para santri namun pada khatmil kali ini yang terlihat yakni ibu-ibu dan nenek-nenek yang semangat melantunkan ayat suci al-Qur’an dengan penuh hikmah dan Fasih bacaannya.
Acara yg dihadiri para pejabat daerah Kabupaten Buru serta pejabat Kecamatan hingga kepala Desa Lamahang dan dari pihak kementrian Agama kabupaten Buru diwakil oleh Kepala KTU Kementrian Agama Kabupaten Buru. Ketua DPRD Kabupaten Buru yang turut mengahadiri acara tersebut Muhammad Roem Soplestunny dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan Khatmil Al-Qur’an para ibu-ibu tersebut, dia juga sangat tajkub dan bangga terhadap semangat ibu-ibu bahkan ada yang sudah menjadi nenek-nenek tersebut, “Khatmil Al-Qur’an yang saya hadiri hari ini merupakan, acara khatmil yang paling unik, saya selama menjadi ketua DPRD kab. Buru, baru kali ini saya menghadiri acara khatmil Al-Qur’an ibu-ibu lansia, ini seharusnya menjadi contoh-contoh yang baik untuk ibu-ibu bahkan nenek-nenek yang lain, bila perlu seperti kata pak asisten III,bapak-bapak juga harus bisa seperti ibu-ibu majelis khairunissa. Jangan mau kalah. Ujarnya.
“Jujur saja saya bangga sekali, melihat dan mengikuti acara khatmil Al-Qur’an ibu-ibu Majelis Ta’lim Khairunisa Desa lamahang hari ini, semoga bisa ditingkatkan lagi, semangaat mempelajari Al-Qur’an terutama untuk masyarakat di Desa Lamahang ini, kami dari pihak pemerintahan daerah akan selalu mendukung dan siap menyalurkan bantuan untuk keperluan majelis dan TPQ yang ada di Desa Lamahang. Semoga bisa menjadi contoh yang baik untuk Desa-desa yang lain juga”. Sambungnya.
Majelis kharunissa menghatamkan 30 orang lebih ibu-ibu majelis, yang diketuai oleh Ibu uni Buamona dan ketua Panitia Ibu Halimah Warhangan, untuk pengajar ibu-ibu majelis ta’lim Khairunnisa yakni Ustad Abdul Latif Wabula yang merupakan anak Desa lamahang juga. Hal ini menjadi patokan untuk generasi-generasi muda Desa Lamahang, agar tak mau kalah dengan ibu-ibu dan perlu meningkatkan kualitas baca tulis Al-Qur’an serta dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
(S.Litiloly)


