masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Tanggamus-Diduga karena beban muatan terlalu berat dan melebihi kapasitas, mobil pikc up L300, masuk kejurang sedalam 200 meter disebabkan tidak kuat menanjak.
Pasalnya mobil pikc up L300 yang bermuatan durian tersebut saat melintasi tanjakan di Dusun Karau Pekon Doh, Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus mundur dan terguling kedalam jurang sedalam 200 meter.
Sementara mobil tersebut selain bermuatan buah durian, juga terdapat tiga penumpang yang ikut didalamnya supir beserta dua orang temannya, yang menjadi korban kecelakaan tersebut.
Iyon (40) warga Pekon Way Liwok Kecamatan Wonosobo, Jarni (42) warga Pekon Lakaran dan satu penumpang lainnya bernama Atari warga Pekon Sukaraja Kecamatan Semaka.
Sementara untuk korban Iyon dan Jarni Mengalami luka serius di bagian tubuhnya, dan satu korban lainnya yang bernama Atori selamat dari kecelakaan tersebut, sebab sebelum mobil masuk jurang Atori terlebih dahulu loncat keluar dari mobil yang untuk saat ini nomor polisi mobil tersebut belum bisa dipastikan secara jelas.
Atas peristiwa tersebut Kapolsek Cukuh Balak Polres Tanggamus Ipda Eko Sujarwo, SH. M.Si yang dibantu Tagana dan warga setempat, lansung turun melakukan pertolongan terhadap korban serta lansung mengevaluasinya ke puskesmas terdekat.
Dikatakan Ipda Eko Sujarwo, berdasarkan informasi dari warga, kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 17.40 wib, kronologisnya ketika itu saat mobil pikc up L300 tersebut bermuatan buah durian yang kapasitas muatan nya sekitar 3 ton dari arah Pekon Doh yang tujuannya Jakarta dikemudikan oleh Iyon bersama dua temannya tersebut, setibanya di tanjakan Karau Pekon Doh,mobil tersebut tidak menanjak.
Di sebabkan tarikan tenaganya tidak kuat dan mesinnya mati mendadak, lalu mobil pikc up L300 tersebut mundur kebelakang sebelah kiri dan lansung terjun bebas kejurang.
Akibat insiden kecelakaan tunggal tersebut dua korban luka berat, dan satu korban selamat, berdasarkan dari keterangan korban yang selamat Atori, "sebelum mobil masuk jurang saya loncat, sedang kan Iyon dan Jarni ikut mobil masuk kejurang,"ungkapnya.
Menurut Ipda Eko Sujarwo, atas peristiwa tersebut, pihaknya selain mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) juga dibantu oleh warga setempat, untuk mengevakuasi korban ke puskemas Cukuh Balak agar segera mendapatkan pertolongan medis dan sekaligus berkordinasi dengan Satlantas Polres Tanggamus.
"Satlantas Polres Tanggamus juga sudah datang di Cukuh Balak untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban, namun untuk olah tempat kejadian perkara akan di laksanakan besok, sebab kondisi yang tidak memungkinkan,"pungkasnya. *(ROMI)



