masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM I Ketapang - beberapa masyarakat mengeluhkan marak nya pengerukan pasir di aliran sungai sukabangun tepat nya di depan pelabuhan Pelindo II Ketapang Kalimantan barat.
Warga khawatir, jika terus terusan dikeruk akan menimbulkan abrasi.
Salah satu warga yang komplein, Jamaludin warga sukabangun, dirinya melihat ada potensi abrasi jika pasir di aliran sungai pawan sukabangun ini terus di ambil, apalagi dengan menggunakan mesin.
"Jika terus terusan di sedot pasir nya tidak mustahil akan terjadinya abrasi di bibir sungai, coba kita lihat parah nya mereka menggunakan alat penyedot pasir menggunakan mesin Dompeng," ujarnya Jamal.
Saat dijumpai di ruangan kerjanya, kepala satuan Pol airut sukabangun, AKP. Ahmad Husen Djailani, menjelaskan bahwa pengerukan dilakukan oleh PT. Sejahtera Kalimantan Minerba Berjaya ( SKMB ) dirinya mengaku bahwa PT. Tersebut sudah mengantongi izin, jelas dia.
" Kegiatan penyedotan pasir di alur sungai pawan sukabangun pernah saya cek ternyata izin nya ada, yang mengerjakan dari PT. SKMB, cuman pelaksananya dari yang punya Surat Perintah Kerja (SPK) Sumber Usaha, Perusahan Perorangan (PO)," jelas dia
Kasat pol airut itu mengakui, tidak bisa berbuat banyak lantaran mereka mempunyai izin, namun kalau izin Galian C atau izin Operasi lainnya pihak nya tidak menhetahui.
"Kami tidak bisa berbuat banyak, lantaran mereka memiliki kelengkapan dokumen, kalau masalah terganggu, jelas kami terganggu dengan kebisingan mesin sedot pasir itu," tutupnya.
Menurut Koordinator Pos SAR Ketapang, Sidik Setiono pihaknya pernah melakukan pencegahan agar penyedotan pasir tersebut jangan dilakukan didepan Pos mereka, dirinya takut kalau terus dilokasi itu bisa bisa pagar bangunan mereka ikut rusak.
" Intinya kami mengamankan aset kami, jika penyedotan pasir itu terlalu dekat dengan pos kami bisa saja nantinya pasir disitu akan turun dan bisa berakibat pagar bangunan kami nantinya bisa rusak," tegas dia, saat dijumpai dikantornya Kamis (9/1)
" Kami meminta kepada pemilik izin agar melakukan pengerukan pasir jangan lagi didepan Pos Kami, selama ini kami sudah dua kali untuk memberikan peringatan" tambah dia. *(Erwin)


