masukkan iklan disini
![]() |
| Teks Poto : Gedung Ovani yang kini jadi Kantor Sementara DPRD Binjai. |
TRIBUANANEWS.COM | Binjai - Terkait sewa menyewa Gedung Ovani Kantor sementara DPRD Binjai menjadi sorotan masyarakat Binjai, bahkan dikarenakan kurangnya keterbukaan pihak Dewan soal itu, Satuan Pelajar Mahasiswa dan Pemuda Peduli Binjai, pada 27 Desember 2019 lalu melakukan aksi demo ke Gedung Wakil Rakyat tersebut.
Karena aksi yang dilakukan tersebut Dewan pun berjanji melakukan RDP, dari empat tuntutan yang disoroti mahasiswa, salah satunya mengenai soal sewa menyewa Gedung Ovani, mahasiwa meminta agar Dewan transparan dan bisa menunjukan data-data sewa menyewa gedung.
Sayangnya dari janji yang diberikan tanggal 31 Desember 2019, kemudian tanggal 3 hingga 7 Januari 2020 Sekretaris Dewan tidak juga menunjukan data-datanya.
Sementara Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Binjai, Putri saat dikonfirmasi terkait RDP dari tuntutan Mahasiswa, yang semula terbuka dan mengatakan jadwal RDP akan dilakukan tanggal 14 Januari 2020, namun RDP soal PUPR, tapi saat disinggung soal sewa menyewa Gedung Ovani mengatakan, "kalau soal itu tidak ada disitu," ujarnya.
Namun, pada saat wawancara diketahui direkam ia menolak untuk berkomentar.
"Ini direkam, seharusnya permisi dulu kalau direkam, saya gak mau, saya no coment kalau ini direkam," ujar Sekwan, saat dikonfirmasi awak media ini, Jumat (10/1) di gedung DPRD Binjai.
Sikap Sekwan yang terkesan tertutup ini mendapat respon dari
Ketua Forum Rakyat Bersatu ( FRB ) Sumatera Utara, Zaini Abidin Sembiring yang juga Ketua DPD AMPI Kota Binjai.
Zaini menyayangkan
dan menyesalkan dengan sikap Sekwan tersebut. "Kenapa dia tidak mau beri penjelasan soal sewa menyewa gedung Ovani hanya karena akan direkam wartawan," ungkapnya.
Kalaupun direkam, lanjut Zaini, memangnya kenapa, wartawan kan sudah izin permisi sama yang bersangkutan, dan sudah ada Undang-undangnya tentang keterbukaan publik.
"Nah kalau mengenai sewa menyewa gedung tersebut sudah sesuai prosedur ya dijelaskan saja kenpa meski takut direkam," kata Zaini.
Menurut Zaini, justru dengan sikap Sekwan seperti inilah yang menjadi pertanyaan ada apa dengan sewa menyewa Gedung itu.
"Kenapa rasanya pihak Dewan sepertinya kok berat kali beri data copynya, kalau Dewan sudah benar menangani sewa menyewanya ya terbuka ajalah," pungkasnya.* (Yanto/ Raiyan)



