masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | KERINCI -
Fasilitas Kesehatan yang tersedia saat ini masih menyimpan masalah yang harus dibenahi. Salah satunya dikeluhkan warga atas pelayanan kesehatan di Puskesmas Siulak Gedang Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci. Pantauan Senin(13/01/2020)
Masyarakat yang mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS) baik Jalur Mandiri maupun Penerima Bantua Iuran (PBI) dilayani dengan baik dan ramah di bagian loket. Sedangkan untuk yang tidak mempunyai KIS atau Umum dikenakan biaya karcis. Kenaikan karcis berobat dari semula Rp. 3.000 ditahun 2019 naik menjadi Rp. 7.500 mulai tahun 2020 sesuai aturan baru.
Gedung yang baru dan Fasilitas yang memadai rupanya masih meninggalkan Pekerjaan Rumah bagi pengelola. Walaupun tersedia ruang tunggu dan terdapat kursi yang ditulis dengan kata prioritas atau diutamakan duduk bagi anak , ibu hamil, dan lansia ini sewajarnya patut diapresiasi. Namun itu belum cukup pasalnya masih saja ada pasien yang berdiri bahkan duduk di lantai. Ironis sekali ada ibu-ibu yang sedang hamil besar berdiri mengantri dan Lansia yang seharusnya diprioritaskan duduk, kenyataannya menunggu sambil berdiri.
Menurut info dari petugas bahwa jumlah pasien yang banyak atau membludak hanya terjadi di hari Senin dan Jum'at saja sementara di hari lain relatif sepi. Pihaknya sudah menyediakan tempat duduk di ruang tunggu namun kurang banyak dari jumlah pasien yang berobat hari ini sehingga warga berdesak-desakan di pintu masuk ruang periksa.
Seorang pasien yang akan berobat Amrizal (60 Tahun) mengatakan iya ingin berobat gatal-gatal di bagian tubuhnya. Seharusnya antrean di buat agar tertib. Tidak berdesakan seperti ini. Menunggu giliran sambil berdiri membuat capek bagi saya yang sudah lansia. Untuk kedepan berharap tidak ada antrean berdesak-desakan seperti ini lagi tapi disediakan kursi tunggu tambahan agar pelayanan semakin baik. Sementara itu Kepala Puskesmas belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan sampai berita ini diturunkan.(Harry)


