masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | PROBOLINGGO - Air minum yang sudah lama di tunggu-tunggu oleh Warga Masyarakat Dusun Punjul Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo tak kunjung datang. Begitulah yang di sampaikan salah satu warga Masyarakat ke pada Awak Media Senin (13/1).
Dusun Pujul terletak di daerah pegunungan di sekitar Objek Wisata Gunung Bromo, dengan ketinggian kira-kira 1.200 m dari permukaan laut. Masyarakat di sekitar mengkosumsi air dari mata air, yang keluar dari dekat bukit-bukit atau lembah. Mereka akan mengalirkan air dengan pipa dengan jarak yang cukup jauh. Minimal dengan jarak 1 Km atau ada yang sampai lebih 4 Km, itu pun setiap pipa hanya bisa menyuplai 2 rumah sampai 7 rumah Warga.
"Iya, benar mas. Pipa dan tandon air yang mangrak itu milik Desa. Rencana air disini nantinya akan di sedot naik ke pemukiman Warga, dengan pompa air listrik. Yang akan di alirkan ke rumah-rumah. Warga nantinya akan di pasangkan Meteran untuk ukur air. Jadi warga akan di kenakan iuran sesuai pemakaian. Dulu waktu di mulai pengerjaan pemasangan pipa dan pembuatan tandon, dengan cara gotong-royong kami merasa lega. Kami berharap di musim Kemarau, sudah tidak akan kekurangan air. Saya tidak tahu, kenapa sudah beberapa bulan ini pengerjaannya berhenti". Jelas (SA) Warga Masyrakat kepada Tribuananews.com
Pipa-pipa yang sebagai terpasang dikwatir kan akan rusak mas, sebab pipa nya tidak ada airnya, jika terkena terik Sinar Matahari atau Air Hujan. Imbuh (SA)
Di hubungi lewat telp seluler, Suhandoyo sebagai Ketua Bumdes atau Ketua pelaksana pengerjaan proyek tersebut menjelaskan kepada Awak media "Iya memang berhenti untuk sementara, sebab menunggu Dana tambahan turun".
Di hubungi terpisah Kepala Desa Wonokerto Heri Dri Hartono, selaku pelindung Bumdes membenarkan "Benar memang terhenti penggarapan nya, mungkin ada perobahan dari rencana awal dan sehingga ada pembekak an anggaran. Seperti yang disampaikan ke Saya 'barang-barang sudah banyak di beli, tinggal mesin pompa listriknya saja yang belum'. Itu pun ada yang menggunakan dana pinjam dari pihak lain. Nanti Saya akan kodinasi lagi dengan Ketua pelaksana nya, agar proyek tersebut selesai dan berfungsi". Jelas Heri. (Andri)


