masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | ROKAN HULU-
Menjadi Wartawan itu, sudah menjadi profesi, tidak hanya keterampilan dan hobby saja, karena sasaran pers itu selain ideal juga komersional, maka seorang jurnalis dituntut, bisa profesional, aktif dan kreatif.
Demikian pertemuan singkat dan efektif, ketika Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Rokan Hulu (Rohul), Ace Nauli Harahap, di dampingi pengurus lainnya, saat sowan dengan Penasehat IWO Rohul DT Hardizon Said, di Kota Ujung Batu, Sabtu (19/1/2020).
Disampaikan Datuk Hardizon Said, seorang jurnalis itu, pekerjaannya sangat mulia, kalau dilihat dari konsep Islam berdakwah itu tidak hanya di atas Mimbar.
"Tapi pesan-pesan yang baik, mencirikan nilai-nilai kemaslahatan masyarakat, sehingga terjadi pembangunan yang seimbang, itu juga dinilai sebagai pesan dakwah, jadi profesi wartawan harus dihargai," kata Datuk Hardizon Said yang akrab dikenal dengan Mamak DH.
Ditambahkannya, IWO Rohul akan menjadi organisasi yang kredibel, jadi kedepan perlu sinergi dengan Pemkab Rohul, mengawal pembangunan, sehingga tepat sasaran.
" Kami yakin di bawah komndo Sang Ketua Ace Nauli Harahap, kemudian koordinasi konstruktif dengan Bupati H Sukiman dan Ketua DPRD Rohul Novliwanda Ade Putra ST serta pemangku kepentingan lainnya, kita akan bisa ukir sejarah tinta emas di Negeri Seribu Suluk yang kita cintai ini, " imbuhnya.
"Tatap dan raihlah masa depan mu, dengan profesi wartawan ini, rezeki itu dari Tuhan, yakinlah jika IWO akan selalu memberikan suport positif, tetap belajar, perbaiki diri, saya yakin kita akan berhasil, " pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Ketua IWO Rohul, Ace Nauli Harahap berterimakasih atas wejangan yang diberikan penasehat, dirinya yakin jika semua anggota merasa memiliki IWO Rohul serta mematuhi perintah organisasi.
"Tentu memetik buahnya akan dirasakan secara bersama-sama, apalagi, Datuk Hardizon Said penasehat IWO Rohul yang matang serta sudah malang melintang di berbagai organisasi," ungkapnya.
"Kita butuh soliditas, komitmen, patuhi, hormati dan laksanakan perintah organisasi, saya yakin para penasehat selalu memantau kita, apalagi saat terbentur dengan sesuatu dilema," imbuhnya.
"Mulailah dari kita, IWO ini milik kita, kita jaga dengan baik, gunakan hati untuk ketahui mana hak dan tanggungjawab kita diorganisasi, " tutup Ace Nauli Harahap mengakhiri.


