masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Aceh Tamiang - Kelompok Tani (KT) Tania Putri Kampung Gelong Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang miliki dua Struktur Pengurus dalam Surat Keputusan (SK) legalitasnya. Terkait hal ini berhasil juga dikumpulkan dari warga, Selasa (21/01/20).
Berdasarkan pengakuan Ketua Kelompok Eva Ramayanti alias Dedek, struktur sesuai SK pertama diterbitkan pihak pemerintah sebagai bendahara kelompok.
Sedangkan Struktur Pengurus satunya lagi sebagai bendahara kelompok bernama Surimaniah yang diaktifkan dalam mendapatkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3 - TGAI) sumber Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2019.
Eva mengatakan, "Saat pertama kelompok didirikan Bendahara kelompok ada lagi ibu kandung saya (mamak saya), karena tidak ada anggota kelompok lainnya bersedia jadi Bendahara. Struktur dalm SK tersebut masih berlaku hingga tahun 2019," ujar Eva.
Menurutnya, untuk diajukan mendapatkan program P3 - TGAI Datok Penghulu menemui Eva, kata Datok kalau struktur dalam SK ini tidak bisa dipakai, karena Bendahara kelompok ibu kandungnya saya, Datok suruh saya ganti nama orabg izin sebagai Bendahara kelompok.
"Saya bawa kertas selembar struktur pengurus KT - Tania Putri sesuai SK dari Dinas ke rumah Bendahara Desa Gelong bernama Lina, minta diganti nama Bendahara dari ibu kandung saya dengan Surimaniah," jelasnya.
Katanya lagi, struktur duplikat di SK pengajuan Program P3A - TGAI Bendahara Kampung (Lina) yang buat, tidak saya bawa ke Dinas untuk dirubah di Dinas.
Terkait pengutipan Dana kepada anggota kelompok setiap bantuan dari Pemerintah masuk, Eva mengatakan, "Uang dikutip per anggota Rp. 20.000,- (Dua puluh ribu rupiah) untuk biaya transportasi barang bantuan dari Kecamatan ke Kampung, biaya proposal, biaya beli materai, biaya proposal dan diberikan kepada penyuluh, serta beli minum orang kerja," paparnya.
Ia menambahkan, setiap diadakan rapat atau pertemuan, anggota tidak semuanya hadir.
"Bahkan dari 18 orang anggota tidak sampai 50 persen anggota yang hadir," keluh Eva.* (Yudha)


